Surabaya –
Ada bangunan tua yang sudah tidak utuh berdiri Di Antara deretan nisan Makam Peneleh Surabaya. Itulah Omah Balung, tempat Untuk jasad orang yang tak dikenal.
Sesuai Bersama namanya, Omah Balung digunakan Untuk menyimpan tulang-belulang jenazah manusia. Guide Makam Peneleh, Fahmi Lazuardi menjelaskan tulang yang disimpan Di dalamnya merupakan milik Mr. X atau jenazah yang tidak teridentifikasi akibat pemindahan makam lama Di Krembangan.
“Ini Untuk tempat penyimpanan Mr. X atau yang nggak diketahui identitase sama beberapa pindahan Bersama Krembangan,” jelas Fahmi, Jumat (10/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulang belulang tanpa nama tersebut dikumpulkan dan ditempatkan Untuk dua lubang penyimpanan yang berada Di Untuk bangunan tersebut.
Akan Tetapi ada versi lain yang Mengungkapkan bahwa Omah Balung sempat digunakan Untuk sistem makam sewa yang diterapkan Di Makam Peneleh.
Pengamat sejarah Bersama Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo menuturkan sistem ini muncul Lantaran keterbatasan lahan pemakaman Di abad Di-19.
“Dari Sebab Itu Peneleh Di tahun 1800-an itu sudah terbatas lahan makam, Supaya sempat menggunakan makam sewa. Dari Sebab Itu digunakan Di lahan makam tidak permanen. Jika keluarga tidak melanjutkan sewa, jenazahnya dibongkar dan tulang-tulangnya dikumpulkan dijadikan satu Di ruangan khusus, Di omah balung itu,” urai Kuncar.
Bangunan Omah Balung sudah jauh Bersama bentuk aslinya. Dulu Memperoleh gaya klasik Eropa Bersama empat pilar megah dan atap bak Rumah mewah.
Akan Tetapi berdasar pantauan Di lokasi, Omah Balung Pada ini tidak lagi Memperoleh atap, hanya tersisa tembok yang mengelilingi dan satu pilar Di sisi kiri bangunan.
Tempat peristirahatan Untuk jenazah yang tidak diketahui identitasnya tersebut bercatkan lumut dan berhias tanaman rambat. Begitu pula Bersama dua lubang penyimpanan tulang Di dalamnya. Pada hendak melihat isi lubang, pengunjung harus menyingkap tanaman rambat terlebih dahulu.
Sayangnya, Kebugaran Di Untuk lubang tertutup sampah dan reruntuhan bangunan. Sisa-sisa tulang tidak terlihat jelas Lantaran tertimbun material yang jatuh akibat termakan usia.
Di Di Itu terdapat pula beberapa makam yang tampak rusak. Sejumlah nisan maupun keramik makam terlihat berlubang Di Dibagian atas maupun bawah makam.
Salah satu makam yang tidak lagi tertulis identitasnya Di nisan Justru harus ditutup Dari lembaran aluminium berkarat agar air hujan tidak masuk Di liang kuburnya.
|
Kebugaran lubang Di Omah Balung Foto: Jihan Navira/detikJatim
|
Pada dibuka, masih terlihat tengkorak dan beberapa tulang almarhum yang beristirahat Di sana. Fahmi menjelaskan, perbaikan tidak bisa sembarang dilakukan Lantaran harus Lewat persetujuan keluarga almarhum.
Di Di Itu jika hendak membangun ulang, bentuk dan bahan yang digunakan pun harus sama persis sebab Makam Peneleh merupakan cagar Kebiasaan Global.
“Ini bolong Lantaran usia, nggak boleh dipugar juga. Lantaran bentuknya harus sama kalau mau dibangun ulang,” ucapnya.
Faktor kedua yang menyebabkan beberapa makam rusak selain Lantaran usia adalah Lantaran peristiwa penjarahan yang sempat terjadi Di era 1970-an.
Pegiat sejarah, Hendra menjelaskan beberapa jenazah ada yang dikuburkan bersamaan Bersama Aksesoris atau Barang Dagangan berharga milik mendiang. Hal itulah yang memicu terjadinya penjarahan dan perusakan makam.
“Di bawah 2015 itu bebas orang masuk, dibuat tempat tidur para homeless. Dari Sebab Itu Dari 1970-an terjadi penjarahan Lantaran ada harta yang dikubur. Nisan banyak yang diambil dan dihalusin lagi terus dijual,” tutur Hendra.
Meski begitu, Makam Peneleh tetap menyimpan banyak cerita. Patung-patung indah penanda makam masih banyak terjaga. Kompleks pemakaman ini sudah lama ditutup Dari 1940 dan mengukirkan 14.355 nama Di nisan-nisannya.
Pengunjung yang datang, baik Bersama Untuk maupun luar negeri umumnya hanya Untuk berziarah. Mengingat Di Makam Peneleh terdapat sejumlah makam tokoh penting Di Surabaya.
Akan Tetapi Untuk beberapa Perkara Hukum Hukum, keluarga Bersama jenazah yang telah dimakamkan Di sana masih dapat menambahkan nama atau abu anggota keluarga lain Di makam yang sama sebagai penanda. Diketahui, praktik tersebut terakhir dilakukan Di 2022.
——-
Artikel ini telah naik Di detikJatim.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Misteri Omah Balung Di Surabaya, Tempat Menyimpan Jasad-jasad yang Tak Dikenal









