loading…
Hiburan Digital Rembug Warga NU bertema Dana, Kekuasaan, dan Independensi PBNU: Siapa Membiayai, Siapa Mempengaruhi? yang digelar Hingga Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Kota Tangsel, Minggu (28/6/2026). Foto: Ist
Hal tersebut mengemuka Untuk Hiburan Digital Rembug Warga NU bertema “Dana, Kekuasaan, dan Independensi PBNU: Siapa Membiayai, Siapa Mempengaruhi?” yang Menampilkan akademisi, tokoh pesantren, dan Komunitas sipil Hingga Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: PBNU: Jangan Larut Untuk Kebencian
Para narasumber sepakat bahwa memasuki abad kedua, NU memerlukan transformasi tata kelola yang mampu memadukan nilai-nilai Aswaja dan Kebiasaan pesantren Bersama prinsip-prinsip organisasi modern yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta independensi.
Rektor Universitas Terbuka Prof Ali Muktiyanto mengatakan, pembaruan tata kelola merupakan keniscayaan Untuk organisasi sebesar NU. “NU Memiliki modal sosial, modal intelektual, dan modal spiritual yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah menerjemahkan seluruh modal tersebut menjadi sistem organisasi dan keuangan yang transparan, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada warga dan publik,” ujarnya.
Menurut dia, kekuatan NU Pada ini lahir Untuk otoritas keilmuan para ulama dan Kebiasaan pesantren yang harus tetap menjadi fondasi organisasi.
“Modernisasi tata kelola bukan berarti meninggalkan Kebiasaan. Justru nilai-nilai Aswaja harus menjadi ruh Untuk membangun sistem organisasi yang profesional, efektif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi











