Aktivitasfisik Berlari Di menjalankan ibadah puasa Ramadan masih tergolong aman Untuk orang sehat, Pada dilakukan Bersama pengaturan waktu, intensitas, serta strategi hidrasi yang tepat.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, menekankan pentingnya memahami Kepuasan tubuh masing-masing agar manfaat Aktivitasfisik tetap optimal tanpa membahayakan Kesejajaran Pada berpuasa.
“Secara medis, Karya Berlari Di berpuasa tidak dilarang. Sejumlah Studi Menunjukkan bahwa individu sehat tetap dapat melakukan Aktivitasfisik ringan hingga Untuk Pada Ramadan tanpa risiko Kesejajaran yang signifikan,” kata dia, dikutip Bersama laman IPB, Rabu (25/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi, ia mengingatkan pelari Sebagai memperhatikan tiga aspek utama, yakni waktu (timing), intensitas, dan Kepuasan fisik Sebelumnya berlari.
“Berlari Di menjalankan ibadah puasa Ramadan sebenarnya masih tergolong aman, terutama Sebagai orang yang berada Untuk Kepuasan sehat dan dilakukan Bersama cara yang tepat,” ujar dr Agil.
Ia menambahkan, tujuan Aktivitasfisik Pada puasa sebaiknya Sebagai menjaga Kondisifisik, bukan mengejar Prestasi maksimal.
Waktu Terbaik Aktivitasfisik Berlari
Yang Terkait Bersama waktu terbaik, dr Agil menyebut Setelahnya berbuka puasa sebagai pilihan paling aman. Di fase ini, tubuh telah Merasakan asupan Minuman dan cairan Agar risiko dehidrasi relatif lebih kecil.
Berlari dapat dilakukan Bersama intensitas ringan hingga Untuk Pada Disekitar 30-45 menit. Ke Di Itu, waktu menjelang berbuka juga dinilai cukup ideal Sebagai Berlari ringan berdurasi singkat Disekitar 15-30 menit, Sebab tubuh dapat segera mengganti cairan Setelahnya berbuka.
Di Di Yang Sama, waktu Setelahnya sahur masih memungkinkan Sebagai Aktivitasfisik, Walaupun risiko dehidrasi dinilai lebih tinggi dibandingkan dua waktu Sebelumnya Itu.
Bersama sisi intensitas, dr Agil menekankan bahwa Berlari Di puasa sebaiknya dilakukan Di level ringan hingga Untuk. Di intensitas ringan, napas tetap teratur, tubuh terasa nyaman, dan masih memungkinkan berbicara Bersama kalimat panjang.
Sambil Itu Di intensitas Untuk, napas mulai lebih cepat Akan Tetapi masih terkendali dan hanya mampu berbicara beberapa kata.
“Aktivitasfisik harus dihentikan jika muncul rasa lemas, mual, pusing, gemetar, atau sangat haus Sebab itu bisa menjadi tanda dehidrasi dan penurunan gula darah,” jelasnya.
Halaman 2 Bersama 2
(suc/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Lebih Baik Berlari Setelahnya Sahur atau Menjelang Berbuka Puasa? Ini Kata Pakar IPB











