Konsumsi yang dikonsumsi umumnya berfungsi Sebagai Menyediakan energi, memperbaiki kerusakan, dan mendukung Kegiatan sehari-hari. Tapi, ada juga Konsumsi yang berperan mencegah Penyakit, salah satunya kanker usus besar.
Kanker usus besar atau kolorektal kini Lebih umum menyerang usia muda, seperti Di bawah 50 tahun. Situasi ini kerap dipicu pola hidup yang buruk, termasuk Konsumsi yang rendah serat.
Meski Asupan Konsumsi bisa membantu, mengonsumsi berbagai macam Konsumsi Akansegera lebih baik Sebagai Upaya Mencegah kanker usus besar. Hal ini disampaikan Dari ahli Asupan Konsumsi Julia Zumpano.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Satu Konsumsi saja tidak Akansegera menyebabkan atau mencegah kanker. Ini adalah gambaran keseluruhan,” ucapnya, dikutip Bersama Everyday Health.
Konsumsi Sebagai Mencegah Kanker Usus Besar
Di memilih Konsumsi dan camilan, Zumpano menekankan Sebagai mengonsumsi yang mengandung Konsumsi nabati dan protein tanpa lemak. Berikut daftar Konsumsi yang bisa dicoba:
1. Buah dan Sayuran Utuh
Sayuran non-pati dan buah-buahan kaya Akansegera vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, seperti fitonutrien pencegah kanker.
“Asupan Konsumsi yang kaya serat membantu pembuangan limbah, mikrobioma usus yang sehat, dan asupan Konsumsi Bergizi yang tinggi Lantaran sifat Konsumsi yang menyediakan serat,” jelas Zumpano.
Buah dan sayuran yang wajib dikonsumsi, seperti:
- Apel
- Pisang
- Berries
- Melon
- Mangga
- Jeruk
- Pir
- Artichoke
- Brokoli
- Kubis
- Wortel
- Kembang Kol
- Seledri
- Mentimun
- Kale
- Selada
- Bawang Bombay
- Bayam
- Tomat
Menurut Zumpano, usahakan Sebagai mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran tersebut dan pilih buah yang utuh daripada yang sudah diolah. Perlu diingat juga, bahwa konsumsi sayuran bertepung yang berlebihan, seperti kentang, jagung, dan kacang polong dapat Meningkatkan risiko diabetes.
2. Biji-bijian Utuh
Biji-bijian utuh, artinya yang tidak dimurnikan atau diproses, menawarkan berbagai macam Konsumsi Bergizi. Mulai Bersama vitamin B, vitamin E, zat besi, zinc, magnesium, fitokimia, dan antioksidan lainnya.
Biji-bijian utuh juga kaya Akansegera serat. Studi Menunjukkan bahwa serat Bersama biji-bijian utuh dapat Menyediakan perlindungan Pada kanker usus besar, lebih baik daripada sumber lainnya.
Di usus besar mencerna serat, bakteri sehat menghasilkan molekul yang disebut asam lemak rantai pendek, yang berfungsi membunuh sel kanker dan memperlambat Perkembangan kanker. Serat juga mengatur nafsu makan dan mendukung metabolisme yang sehat, yang membantu mencegah obesitas atau faktor risiko lain Sebagai kanker usus besar.
Biji-bijian utuh yang dapat ditambahkan Ke Untuk menu Konsumsi sehari-hari, seperti:
- Roti gandum utuh
- Pasta gandum utuh
- Nasi merah atau hitam
- Oat
- Barley
- Quinoa
Cobalah Sebagai mengonsumsi 5-9 porsi biji-bijian per hari, Disekitar setengahnya harus berupa biji-bijian utuh. Satu porsi setara Bersama Disekitar sepotong roti, secangkir sereal, atau setengah cangkir nasi atau pasta yang dimasak.
3. Daging Tanpa Lemak Sebagai Protein
Setiap orang membutuhkan protein Untuk Asupan Konsumsi mereka. Tetapi, protein tanpa lemak Menyediakan perlindungan Bersama kanker usus yang paling besar.
Daging rendah lemak, terutama ikan segar, kaya Akansegera vitamin D, kalsium, dan asam lemak omega-3, yang dapat membantu menurunkan peradangan yang Yang Terkait Bersama Bersama kanker usus besar.
Sebuah Studi menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi tiga porsi ikan per minggu dapat menurunkan risiko polip usus besar sebesar 33 persen.
Pertimbangkan Sebagai menghindari atau membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan, seperti daging sapi, babi, domba, daging olahan siap saji, dan sosis. Sebab, Konsumsi siap saji atau olahan dapat Meningkatkan risiko kanker usus besar. Sebagai pilihan daging tanpa lemak yang paling sehat, seperti:
- Ayam tanpa kulit
- Kalkun
- Salmon
- Tuna
- Sardine
- Herring
- Makarel
4. Produk Susu Rendah Lemak
Produk susu merupakan sumber kalsium yang baik, yang Memiliki korelasi kuat Bersama risiko kanker usus besar yang lebih rendah. Para ahli berpendapat bahwa kalsium melindungi Pada kanker Bersama mengikat asam Di usus besar, Agar Mengurangi efektivitasnya Untuk Merangsang Perkembangan kanker.
Kadar kalsium yang lebih tinggi juga dapat membantu tubuh mengidentifikasi sel kanker, membunuhnya, dan Mengurangi kerusakan DNA. Produk susu rendah lemak yang dimaksud, seperti:
- Susu tanpa lemak atau rendah lemak 1 persen.
- Susu evaporasi tanpa lemak.
- Yogurt tawar rendah lemak atau tanpa lemak.
- Keju cottage kering atau rendah lemak.
- Keju alami rendah lemak.
- Keju olahan (kurang Bersama 3g lemak per ons).
- Es krim tanpa lemak atau rendah lemak (kurang Bersama 3 Kerjasamaekonomiinternasional lemak per setengah cup).
5. Biji-bijian Bersama Tanaman Polong (legume)
Kacang-kacangan Memiliki konsentrasi protein, serat, vitamin B, dan vitamin E yang tinggi. Serat Di dalamnya Mengurangi dampak karsinogen dan Merangsang mikrobioma usus yang sehat, serta Mengurangi risiko kanker usus besar. Beberapa jenis kacang yang bisa dikonsumsi, Di lain:
- Kacang hitam
- Kacang merah
- Lentil
- Kedelai
Para ahli merekomendasikan Sebagai mengonsumsi 1 hingga 3 cangkir kacang-kacangan per minggu.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 6 Konsumsi Ini Cegah Kanker Usus Besar, Penyakit yang Mulai Banyak Intai Gen Z











