Jakarta, CNN Indonesia —
Cairan pendingin radiator atau radiator coolant terdiri Untuk beragam jenis yang tidak bisa sembarang dicampur. Jika salah campuran, mesin justru Merasakan masalah serius yang bisa berujung perbaikan besar Ke masa mendatang.
Radiator coolant merupakan cairan khusus Untuk mendinginkan mesin kendaraan. Ke dalamnya terdapat kandungan Ethylene Glycol yang berperan mengatur tingkat penguapan dan efektivitas hingga sebagai antikarat.
“Keandalan radiator coolant tidak hanya dilihat Untuk kemampuan melepaskan panas mesin. Cairan ini juga harus Memiliki kemampuan menekan timbulnya karat Untuk sirkulasi radiator,” ucap Henry Sada, President Director PT Autochem Industry (AI), Untuk keterangan tertulisnya, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara garis besar ada 2 jenis aditif antikarat Ke cairan coolant yaitu IAT (In-organic Acid Technology) dan terkini adalah OAT (Organic Acid Technology).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IAT merupakan Keahlian lama yang bagus Untuk proteksi metal, terutama Untuk radiator yang terbuat Untuk bahan tembaga dan kuningan. Aditif ini bekerja menghambat korosi Didalam cara membentuk lapisan pelindung logam Ke mesin kendaraan.
Hal ini membuat radiator coolant Didalam IAT cocok Untuk mesin-mesin lawas, yang jalur pendingin Ke kisi-kisi radiator masih berukuran cukup besar.
Akan Tetapi aditif antikarat anorganik Memiliki kelemahan cepat terurai. Alhasil, usia pakai radiator coolant lebih pendek serta berisiko mempercepat korosi dan penyumbatan Sebab aditifnya cepat terurai.
Sebab cepat terurai, maka formulanya juga cepat habis. Alhasil IAT Memiliki usia pakai hanya 2-3 tahun atau 40 ribu km.
Sambil Itu antikorosi Ke cairan pendingin OAT bekerja Didalam membentuk lapisan pelindung mikroskopis Ke permukaan logam sistem pendingin mesin.
Asam organik Ke dalamnya bereaksi secara kimiawi, hanya Ke area logam yang membutuhkan perlindungan, guna mencegah karat tanpa menggunakan bahan berbahaya.
Tanpa unsur anorganik, membuat risiko terjadinya endapan sangat minim. Unsur organik lebih sulit terurai Agar usia pakai cairan radiator menjadi lebih lama.
Formulanya Memiliki umur pakai paling lama 5-10 tahun atau 100 ribu km, tergantung juga Ke kadar glycol, Sesudah Itu cocok Untuk kendaraan bermesin modern.
OAT tidak meninggalkan jejak berupa endapan atau kerak yang dapat menyumbat saluran radiator. Ramah lingkungan Sebab berasal Untuk bahan organik, penggunaannya Menyediakan dampak positif yaitu minim penguapan yang berarti membuat usia pakai coolant lebih lama.
Lantas bolehkan menggabungkan radiator coolant IAT dan OAT? Jawabannya tidak. Jika dicampurkan, Henry mengatakan kedua aditif antikarat Akansegera saling menetralkan lalu sistem pendinginan menjadi tanpa perlindungan Agar lebih mudah terkena korosi.
“Terjadinya endapan lumpur atau gel akibat reaksi kimia yang justru menghambat sirkulasi Ke radiator,” kata Henry.
Henry menyarankan pemilik kendaraan memilih produk yang tepat. Di ini telah banyak produk cairan pendingin mesin yang tersedia Ke pasaran, salah satunya Master Radiator Coolant Series.
“Dari Sebab Itu kandungan aditif yang digunakan telah disesuaikan supaya Memiliki kemampuan Pindah heat yang cepat dan maksimal, serta titik didih lebih tinggi Untuk air murni. Agar, suhu mesin tetap stabil Ke berbagai Kepuasan berkendara, termasuk memastikan karat tidak menyerang radiator,” kata Henry.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Apa Boleh Mencampur Cairan Pendingin Radiator?







