Retinoblastoma atau kanker mata merupakan salah satu jenis kanker anak terbanyak Hingga Indonesia. Menurut data Indonesian Pediatric Cancer Registry (IPCAR), retinoblastoma menjadi jenis kanker terbanyak Ke anak Setelahnya leukemia Bersama cakupan 6,45 persen.
Spesialis mata Fasilitas Medis Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana Jakarta Prof dr Rita Sita Sitorus, SpM, SubspPOS, PhD mengungkapkan kanker mata retinoblastoma bisa disembuhkan. Salah satu faktor pentingnya adalah pendeteksian lebih dini.
Lebih cepat kanker mata ditemukan, maka Kemungkinan kesembuhan Akansegera Lebih besar. Jika terlambat dan tumor sudah menyebar, ini bisa sangat berbahaya Sebagai keselamatan nyawanya Sebab bisa mengakibatkan kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hingga Indonesia, angka kematian anak Sebab retinoblastoma masih tinggi, Malahan dibandingkan Bersama Bangsa tetangga Hingga Asia. Deteksi dininya itu masih cukup rendah, tumor ditemukan Ke stadium advance. Kalau sudah Ke stadium lanjut, maka angka kematiannya makin tinggi,” ungkap Prof Rita Ke detikcom belum lama ini.
“Kedua, kalau deteksi dininya berjalan baik, tapi ketika diputuskan sang Praktisi Medis bahwa mata anak harus diangkat Sebab tumor Hingga Di bola mata sudah terlalu besar, orang tuanya menolak. Hingga Indonesia angka penolakan Terapi Bersama Praktisi Medis itu tinggi. Orang tua biasanya pergi dulu mencari Terapi alternatif, Hingga Terapi tradisional, dukun, orang pintar dan lain-lainnya, dan ketika sudah makin besar tumornya, Terbaru balik lagi Hingga Fasilitas Medis. Ya Di Situasi Ini maka prognosisnya turun selain biaya Terapi lebih mahal,” sambungnya.
Prof Rita menjelaskan ada perbedaan mendasar Bersama penanganan retinoblastoma Hingga Indonesia dan Bangsa maju. Kalau Hingga Indonesia tujuan utamanya masih difokuskan Ke level mencegah kematian, Sambil Itu Hingga luar negeri tujuan utamanya sudah Ke level menjaga Standar hidup yang baik Bersama mempertahankan bola mata pasien dan fungsi penglihatannya.
Di banyak Peristiwa Pidana Hukum, pasien kanker mata retinoblastoma terpaksa harus menjalani prosedur pengangkatan bola mata. Padahal jika sistem penanganan kanker mata berjalan baik, Pembelajaran Hingga Kelompok lancar, sebenarnya penglihatan anak bisa diselamatkan.
“Bangsa maju itu sudah bagaimana supaya mata anak-anak Bersama retinoblastoma ini tidak diangkat, dan fungsi lihatnya dipertahankan tetap bagus, Kita Hingga sini masih mengurusi bagaimana caranya agar si anak ‘tidak meninggal’,” ujar Prof Rita.
Perkembangan dunia kedokteran Pada ini,Terapi kanker mata retinoblastoma Hingga dunia sudah jauh lebih maju. Ada beberapa tindakan canggih yang bisa dilakukan, Di lain injeksi intravitreal kemoterapi, dan injeksi intra arterial kemoterapi .
Injeksi intra-vitreal kemoterapi adalah prosedur medis ketika Terapi kemoterapi disuntikkan langsung Hingga Di bola mata. Salah satu Kepentingan metode ini adalah bola mata pasien dan fungsi lihatnya dapat tetap dipertahankan Supaya Standar hidup anak tetap baik.
“Akan Tetapi, sayangnya prosedur Terapi ini masih belum dapat dilakukan Hingga banyak Fasilitas Medis Hingga luar Jakarta, seperti Hingga Jawa, Sumatera, apalagi Hingga ujung Indonesia yang belum terekspose Bersama intravitreal kemoterapi. Sebenarnya bisa, tapi masih terkendala Terapi, selain diperlukan human resource Bersama kompetensi Kekuatan tertentu, seperti Praktisi Medis spesialis mata anak atau Praktisi Medis spesialis mata onkologi (tumor) yang mendalami bidang retinoblastoma,” jelas Prof Rita.
Ke Pada ini, Prof Rita dan Skuat Multidisiplin RB Nasional terus bekerja sama Bersama Pemberian Wakil Pejabat Tingginegara Kesejajaran Prof Dante Saksono Harbuwono dan jajarannya Sebagai Meningkatkan layanan kanker mata retinoblastoma yang tersandar Hingga seluruh Indonesia. Prof Rita juga menjadi salah satu Praktisi Medis yang terlibat Di strategi pegembangan retinoblastoma center Hingga Indonesia, strategi yang sudah terbukti efektif dilakukan Hingga Bangsa Bangsa lain Hingga dunia.
Ia berharap Ide ini bisa segera terealisasi, agar masalah kanker mata retinoblastoma Ke anak bisa segera diselesaikan.
“Strateginya adalah Pembuatan retinoblastoma center. Bisa Jadi ada ada enam atau minimal empat retinoblastoma center Hingga Indonesia Ke Area Area tertentu secara merata sesuai Bersama kondisinya. Bisa Jadi jumlah itu Sebagai Hingga tingkat awal, Sebab biaya Pembuatan Retinoblastoma Centre (RB Centre) yang memenuhi kriteria standar yang baik itu memerlukan biaya dan Ilmu Pengetahuan tinggi, selain Skuat multidisiplin yang kompeten dan berdedikasi. Perlu perhitungan cost effective yang cermat, dan juga Terapi-obatan,” ungkap Prof Rita.
Bersama membuat beberapa retinoblastoma center Hingga beberapa Lokasi terpilih tapi merata, terstandar baik, dan didukung Bersama sistem rujukan yang baik, maka diharapkan pasien kanker anak retinoblastoma Hingga Indonesia bisa lebih mudah Merasakan penanganan yang baik.
“Saya Bersama teman-teman yang tergabung Di Skuat multidisiplin retinoblastoma berkomitmen membantu pemerintah agar strategi RB Center ini bisa Digunakan Di waktu yang tidak lama lagi. Kalau nggak, kasian pasien-pasien yang adalah anak anak kita generasi penerus bangsa,” kata Prof Rita.
“Pemerataan penanganan retinoblastoma itu harus berjalan, jangan hanya dipusatkan Hingga misalnya Jakarta, bagaimana Bersama yang Hingga ujung? Harus yang sesuai standar penanganan yang baik,” tambahnya.
Prof Rita juga mengungkapkan Pada ini pihaknya bekerja sama Sebagai Membuat terapi retinoblastoma berbasis genomic. Ini dilakukan juga Lewat kerjasama Bersama Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.
Lewat basis ini, pasien bisa Merasakan terapi yang presisi dan sesuai Bersama kebutuhan pasien masing-masing. Bersama begini, Kemungkinan kesembuhan pasien retinoblastoma bisa lebih tinggi.
“Kita lagi kolaborasi Bersama ahli Hingga Los angeles, Sebab mereka sudah Membuat Ilmu Pengetahuan tersebut. Kita mau ikut adopsi Metode mereka. Keunggulannya kemungkinan sembuhnya naik, presisi pengobatannya. Ini terobosan dan Pembaharuan yang bagus Sebagai Indonesia,” tandasnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jalan Panjang Penanganan Retinoblastoma Hingga RI, Kanker Mata Anak Bisa Sembuh!











