Aturan ‘Hydration Break‘ Di Trophy Dunia 2026 yang berlangsung Di Amerika Utara, bisa dikatakan menjadi regulasi yang unik. Tapi, hal ini tidak terlepas Di adanya pro kontra Di baliknya.
Di satu sisi, Aturan ini sangat penting Sebagai menjaga keselamatan Olahragawan Sebab bertanding Di cuaca yang panas. Akan Tetapi, Di sisi Sebagai Alternatif, muncul polamik Di penonton dan Manajer sebagian Skuad Sebab Disorot sebagai ‘celah’ komersialisasi dan upaya menurunkan tensi Laga.
Aturan Hydration Break World Cup 2026
Jeda minum atau ‘hydration break‘ sebenarnya sudah sering diterapkan, Akan Tetapi biasanya bersifat situasional yakni ketika suhu lingkungan dinilai cukup panas. Akan Tetapi Di Desember 2025, FIFA Memperkenalkan Sebagai pertama kalinya seluruh laga Trophy Dunia 2026 Akansegera menerapkannya tanpa memperhitungkan Situasi Lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Estimasi waktunya, Hakim Laga Lapangan Akansegera meniup Peluit Hakim Laga Sebagai menghentikan laga Di situasi dead-ball (bola mati) Di Di menit Hingga-22 Di Putaran pertama, dan Di menit Hingga-67 Di Putaran kedua. Regu yang bertanding Akansegera diberikan waktu 3 menit Sebagai minum dan mendengarkan instruksi Regu kepelatihan.
Dikutip Di laman FIFA, hydration break merupakan salah satu Pada Di upaya Sebagai memastikan Kemakmuran terbaik Sebagai para Olahragawan. Aturan ini diambil berdasarkan Penghayatan Di beberapa Seri Sebelumnya Itu, termasuk Trophy Dunia antar Skuad yang diadakan Di Amerika Serikat musim panas lalu.
Untuk Seri tersebut, suhu panas ekstrem menjadi tantangan tersendiri Untuk para Olahragawan. Midfield Chelsea dan Argentina, Enzo Fernandez sampai bilang ‘sangat pusing’ Di bermain Di suhu yang disebutnya ‘sangat berbahaya’.
Seberapa Efektif Aturan Ini?
Sebenarnya, hydration break ini hanya Menyediakan jeda secara resmi Sebagai para Olahragawan menjaga hidrasi tubuhnya. Di luar itu, cara-cara konvensional masih bisa dilakukan.
Cara paling umum adalah ‘mencuri-curi’ minum Di laga terhenti atau dead ball. Hal ini Sebab Olahragawan tidak boleh berlari Hingga pinggir lapangan Di bola masih bergulir aktif.
Beberapa Kemakmuran dead ball yang memungkinkan Olahragawan Sebagai minum Di antaranya:
- Di ada Olahragawan lain yang Lagi dirawat Sebab Luka.
- Di terjadi pergantian Olahragawan (substitution).
- Ketika terjadi selebrasi Skor yang cukup lama.
- Sebelumnya Tendangan sudut (corner kick) atau lemparan Hingga Untuk (throw in) yang areanya Di Di garis lapangan.
Akan Tetapi, yang menjadi persoalan adalah, biasanya Di level Trophy Dunia, Laga berjalan Di intensitas tinggi dan ‘sangat lancar’, Agar Sebagai Merasakan dead ball terkadang butuh waktu lama. Jika ini ditambah Di cuaca yang panas, tentu bisa menjelma menjadi ‘mimpi buruk’ si Olahragawan.
Sepenting Apa Menjaga Hidrasi Di Bertanding?
Baik Olahragawan profesional, semi-pro, hingga amatir kebutuhan cairan Di bertanding memang harus dijaga Di baik. Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan Di level-level tersebut Yang Berhubungan Di hidrasi.
Seperti yang dilakukan Catur Mahardhika (27) Olahragawan semi-profesional yang bermain Di Hungaria, menurutnya Walaupun laga yang ia mainkan tidak seketat Trophy Dunia, tetap saja asupan cairan menjadi prioritas.
“Biasanya saya mulai minum air secara cukup Sebelum beberapa jam Sebelumnya Laga, bukan hanya Di merasa haus. Di Laga Persahabatan atau Laga, saya memanfaatkan jeda Sebagai minum, dan Setelahnya selesai saya juga Melakukanlangkah-Langkah mengganti cairan yang hilang,” kata Catur Di dihubungi detikcom, Selasa (16/6/2026).
“Ketika cuaca Lagi panas atau Laga berlangsung Di intensitas tinggi, saya lebih memperhatikan asupan cairan agar Kemakmuran fisik tetap stabil sampai akhir Laga,” sambungnya.
Untuk Catur, ada perbedaan kebutuhan jenis asupan Di laga. Ada kalanya ia memilih Sebagai minum air putih, tapi Di momen-momen tertentu dirinya mengandalkan isotonik.
“Sebagai Karya sehari-hari dan Laga Persahabatan ringan, air putih biasanya sudah cukup. Akan Tetapi Di Laga atau Laga Persahabatan Di intensitas tinggi, saya kadang mengonsumsi minuman isotonik Sebab selain mengganti cairan, juga membantu mengganti elektrolit yang hilang Melewati keringat,” katanya.
Senada, Taufan Tomasi (25) Mantan Olahragawan semi-pro Kejuaraan 3 Di PS Belitung Timur mengatakan Di bertanding Di hidrasi yang baik maka Akansegera berdampak langsung Hingga kondisinya.
“Penting banget sih, kalau kurang hidrasi tuh kaya abis begadang kan tubuh kurang hidrasi tuh, pas waktu Laga Persahabatan atau tanding memang beneran lemes sih kalau saya pribadi, trus tingkat fokus yang Lebih jalan Laga Lebih buyar,” katanya.
“Dari Sebab Itu decision making Dari Sebab Itu jelek dan akhirnya panik sendiri atau bisa dibilang ‘demam’ lapangan gitu. Makanya memang makan dan minum yang baik memang diatur asisten Manajer biasanya, kaya jangan makan ini atau jangan minum itu soalnya kalo saya beneran ngaruh sih,” tutupnya.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Meksiko Perketat Pengawasan Ebola Jelang Trophy Dunia 2026“
(dpy/up)
Hydration Break Di Trophy Dunia
3 Konten
Hydration break menjadi aturan Mutakhir yang unik Di Trophy Dunia 2026. Di tiap Putaran, Hakim Laga Lapangan Akansegera menghentikan laga Di 3 menit Sebagai memberi kesempatan para Olahragawan beristirahat dan menenggak minuman.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sebelumnya Ada ‘Hydration Break’, Bagaimana Olahragawan Bola Memenuhi Kebutuhan Hidrasi?











