loading…
Pakar menghitung kalkulasi seputar dasar Keputusan ketika pemerintah memutuskan belum menurunkan Harga Bahanbakar Minyak Pertamax, meski harga Migas dunia Merasakan pelemahan. Foto/Dok
Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti menjelaskan, Bersama model penghitungan yang dikembangkannya, Menunjukkan keputusan mempertahankan harga Pertamax Di level Rp16.250 per liter sudah dapat diperkirakan. Menurutnya, Keputusan tersebut merupakan Pada Bersama strategi penghalusan harga atau price smoothing yang Pada ini diterapkan Pertamina.
“Ketika Pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 Di Juni lalu, harga tersebut sebenarnya masih berada Di bawah harga yang disiratkan formula Lantaran harga produk BBM dunia Pada itu Lagi sangat tinggi. Pertamina menyerap kerugian ketika itu, Agar Pada harga Migas turun, margin tersebut dipulihkan Bersama menahan harga Pertamax, bukan langsung menurunkannya,” kata Yayan.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Bahanbakar Minyak Di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Bersama Sebab Itu Rp19.300/Liter
Yayan menjelaskan, Harga Bahanbakar Minyak nonsubsidi tidak semata-mata mengikuti pergerakan harga Migas mentah dunia. Berdasarkan model yang mengacu Di formula penetapan harga pemerintah dan perilaku Pertamina sebagai penentu harga, Pertamax diperkirakan memang Berencana tetap dipertahankan.
Sebagai Agustus, dia menjelaskan formula dasar memang mengarah Di harga Disekitar Rp13.700 per liter, tetapi pendekatan smoothing Mengantisipasi harga berada Di kisaran Rp16.000 per liter atau tidak jauh berbeda Bersama harga Pada ini.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun











