loading…
Mengawal ketahanan energi nasional, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan meninjau langsung megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Foto/Dok
Proyek pembangunan kilang Energi dan petrokimia terintegrasi ini dikelola secara penuh Didalam PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Kehadiran GRR Tuban diproyeksikan menjadi tulang punggung Mutakhir Bagi kemandirian energi Indonesia, Didalam target kapasitas pengolahan Energi mentah yang sangat masif mencapai 300.000 barel per hari.
Untuk peninjauan lapangan, Mochamad Iriawan Merasakan, laporan perkembangan komprehensif Untuk Pemimpin Negara Direktur PT PRPP, Rezaldi Gustino. Ia memaparkan bahwa megaproyek ini Menunjukkan Tren positif, Ke mana Pada ini telah memasuki tahapan Final Investment Decision (FID) yang berjalan paralel Didalam proses pengadaan sembilan paket tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Energi Teluk
Menyambut Baik progres tersebut, Iriawan menekankan bahwa proyek ini merupakan pertaruhan masa Di ketahanan energi bangsa, bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. “Ini adalah aset strategis nasional. Kehadiran saya secara langsung Ke Tuban hari ini adalah Bagi memastikan dan mengawal keberlangsungan PSN tersebut agar berjalan sesuai target,” tegasnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pertaruhan Masa Di Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban











