Jakarta –
Kanker serviks adalah kanker yang dimulai Di permukaan serviks atau leher rahim. Penyakit Menyebar HPV (human papillomavirus) menjadi penyebab hampir semua Peristiwa Pidana kanker serviks.
Sebagai informasi, HPV adalah Patogen yang menyebar Lewat kontak seksual. Kanker serviks seringkali tidak menimbulkan Tanda-Tanda, hingga akhirnya berkembang atau menyebar.
Stadium Kanker Serviks
Seperti kanker Di umumnya, ada empat stadium Di kanker serviks. Dikutip Di laman Cancer Research UK, berikut keempat stadium Di kanker serviks.
1. Stadium 1
Di stadium 1 kanker hanya ada Di leher rahim, belum menyebar Hingga jaringan atau organ lain
- Stadium 1A: Kemajuan kanker sangat kecil 3-5 mm, Supaya hanya bisa dilihat Di mikroskop atau kolposkop.
- Stadium 1B: Area kanker lebih besar, tapi kanker masih berada Di jaringan serviks dan belum menyebar. Pertumbuhannya lebih Di 5 mm.
2. Stadium 2
Kanker telah mulai menyebar Hingga luar leher rahim (serviks) Hingga jaringan sekitarnya. Tetapi, kanker tersebut belum tumbuh Hingga dinding panggul dan Pada bawah vagina.
- Stadium 2A: Kanker telah menyebar Hingga Pada atas vagina.
- Stadium 2B: Kanker telah menyebar Hingga jaringan Di Di leher rahim.
3. Stadium 3
Kanker stadium 3 berarti kanker telah menyebar Di leher rahim Hingga satu atau lebih hal berikut:
- Sepertiga Pada bawah vagina
- Dinding panggul, satu atau lebih saluran yang mengalirkan cairan Di ginjal (ureter)
- Kelenjar getah bening Di ruang Antara tulang pinggul
- Kelenjar getah bening Di perut (abdomen) yang disebut kelenjar getah bening para-aorta.
Pengelompokan atau staging-nya sebagai berikut:
- Stadium 3A: Kanker telah menyebar Hingga sepertiga Pada bawah vagina tapi belum Hingga dinding panggul
- Stadium 3B: Tumor telah tumbuh menembus dinding panggul dan atau terjadi penyumbatan Di 1 atau kedua saluran yang mengalirkan cairan Di ginjal.
- Stadium 3C: Kanker ada Di Lokasi panggul, tapi belum menyebar Hingga Pada tubuh yang jauh.
4. Stadium 4
Stadium 4 berarti kanker telah menyebar Hingga salah satu atau lebih Di hal berikut:
- Di luar area Di Antara tulang pinggul (panggul)
- Di lapisan kandung kemih
- Di lapisan saluran dubur (rektum)
- Hingga organ lain seperti paru-paru
Staging-nya sebagai berikut:
- Stadium 4A: Kanker telah menyebar Hingga organ-organ terdekat seperti kandung kemih atau anus (rektum)
- Stadium 4B: Kanker telah menyebar Hingga organ yang lebih jauh, seperti paru-paru.
Apa yang Terjadi Di Tubuh Di Kanker Serviks Memasuki Stadium Lanjut?
Berikut beberapa Tanda-Tanda yang dapat terjadi ketika kanker serviks memasuki stadium lanjut atau stadium 4.
1. Adanya Keputihan Tidak Normal
Dikutip Di laman Cleveland Clinic, keputihan tak normal, seperti bertekstur encer atau bercampur darah, keluar Untuk jumlah banyak, dan berbau tidak sedap juga dapat terjadi Di stadium awal kanker serviks. Tanda-Tanda ini pun bisa terjadi Di kanker serviks stadium lanjut.
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp. Onk, mengatakan bahwa salah satu Tanda-Tanda kanker serviks stadium lanjut adalah munculnya keputihan yang tidak normal.
“Nah sekarang, keputihan itu ada yang bening. Tapi kalau keputihannya itu sudah berwarna, berwarna putih, berwarna kuning, apalagi sampai berbau. Putih, kuning, ada mikroorganisme atau kuman lain. Kita obati sesuai Di penyebabnya, kan?” ucapnya Di ditemui Untuk sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.
“Nah yang parah itu kalau sudah berbau, merah, itu berarti apa? Udah kanker,” lanjutnya.
2. Perdarahan dan Nyeri Di Berhubungan Intim
Menurut Prof Yudi, Tanda-Tanda lain yang bisa muncul adalah perdarahan Di berhubungan intim. Jika disertai nyeri Di berhubungan seksual, Kebugaran ini bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar Di area leher rahim Hingga jaringan Di sekitarnya.
3. Komplikasi Serius
Kanker serviks juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keluarnya feses Di vagina atau kebocoran saluran kemih. Prof Yudi mengungkapkan bahwa Kebugaran ini menandakan kanker telah menembus dinding pemisah Antara rahim dan saluran pencernaan atau saluran kemih.
“Tambah lagi kalau (kanker) Hingga Di, (kena) saluran kencing, bocor, ngompol terus. Itu sudah stadium 4A atau 4B,” ujarnya.
Cara Mendiagnosis Kanker Serviks
Berikut beberapa metode yang dapat digunakan Untuk mendiagnosis kanker serviks:
1. Pap Smear
Sama seperti tes HPV DNA, pap smear dilakukan Di Membahas sampel sel Di leher rahim. Tujuannya adalah Untuk mengetahui adanya perubahan sel yang Berpeluang menjadi kanker Di tahap awal.
Dikutip Di National Cancer Institute, pap smear direkomendasikan Untuk wanita mulai usia 21 tahun dan dilakukan setiap tiga tahun sekali.
2. Skrining Di IVA
IVA (Inspeksi Visual Di Asam Asetat) merupakan pemeriksaan yang dilakukan Di mengoleskan larutan asam asetat encer Di leher rahim. Munculnya bercak putih Setelahnya Di satu menit dapat mengindikasikan adanya perubahan sel yang perlu diperiksa Di Detail.
IVA direkomendasikan Untuk dilakukan mulai usia 35 tahun dan dapat diulang setiap 3-5 tahun sekali.
3. Tes HPV DNA
Dikutip Di WHO, tes HPV DNA digunakan Untuk mendeteksi strain HPV berisiko tinggi yang menyebabkan hampir semua Peristiwa Pidana kanker serviks. Tes ini dilakukan Di Membahas sampel sel Di leher rahim dan dapat dimulai Sebelum usia 30 tahun Di skrining rutin setiap 5-10 tahun.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ngeri! Praktisi Medis Kandungan Ungkap Efek Kanker Serviks Stadium Lanjut Di Tubuh Wanita











