Jakarta –
Ide Pemerintah Area (Pemda) DIY menerapkan kawasan Malioboro sebagai area full pedestrian Pada 24 jam mulai November 2026 Menyambut perhatian Untuk kalangan pedagang. Mereka meminta pemerintah memastikan kesiapan fasilitas parkir Sebelumnya Aturan tersebut diberlakukan.
Perwakilan pedagang Teras Malioboro, Slamet Santoso, menilai infrastruktur parkir Di Disekitar Malioboro hingga kini belum memadai Bagi mendukung kawasan bebas kendaraan.
“Masalah transportasi yang saya sampaikan masih belum bisa memenuhi atau infrastruktur Yang Berhubungan Bersama Bersama masalah parkiran,” jelas Slamet Di dihubungi, Senin (6/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nah sampai sekarang kan belum memadai. Lha kami kan Untuk menuntut bahwa pemerintah provinsi kalau seandainya full pedestrian Malioboro, tolonglah Bagi parkir-parkir harus disiapkan lebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Slamet, persoalan parkir Lebihterus terasa Setelahnya Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali ditutup. Sambil Itu, Kendaraan Angkutan Umum besar juga tidak lagi diperbolehkan parkir Di TKP Senopati Supaya hanya TKP Ngabean yang dapat menampung Kendaraan Angkutan Umum wisata berukuran besar.
Kebugaran tersebut dinilai menjadi tantangan Sebab jarak TKP Ngabean Di kawasan Malioboro cukup jauh. Slamet mengatakan wisatawan harus berjalan kaki Bagi mencapai pusat kawasan belanja, termasuk Di cuaca kurang bersahabat.
“Saya pernah, saya amati sendiri para wisatawan yang parkir Di Ngabean jalan kaki Di Teras Malioboro. Itu Untuk Kebugaran terang, nggak apa-apa kalau nggak musim hujan ya. Nah, Di Di itu hujan deras. Nah, saya juga kasihan juga to, Bersama jarak yang jauh, Bersama Kebugaran hujan-hujanan, mereka hanya ingin berbelanja Di Teras Malioboro,” ujar Slamet.
Ia pun mengusulkan agar pemerintah menyediakan layanan shuttle gratis Untuk kantong parkir Di kawasan Malioboro Bagi memudahkan mobilitas wisatawan.
“Lha kalau lama-kelamaan hal itu terus terjadi seperti itu, tidak menutup kemungkinan nanti lama-lama Teras Malioboro Akansegera ditinggalkan Bersama wisatawan. Sebab kendalanya jauh, dijangkau harus jalan kaki. Infrastruktur yang saya tuntut Hingga pemerintah, ya harus ada shuttle, paling tidak yang harus disiapkan pemerintah dan tidak berbayar,” harapnya.
—
Artikel ini sudah tayang Di detikJogja, baca selengkapnya Di sini.
(ddn/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Malioboro Bakal Full Pedestrian 24 Jam, Pedagang Khawatir Wisatawan Kabur











