loading…
Mantan Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar fakta historis yang miris sekaligus membeberkan jurus pamungkas yang Di dijalankan pemerintah Sebagai memperkuat cadangan devisa Negeri. Foto/Dok
Menyambut Baik situasi kritis ini, Mantan Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar fakta historis yang miris sekaligus membeberkan jurus pamungkas yang Di dijalankan pemerintah Sebagai memperkuat cadangan devisa Negeri.
Baca Juga: S&P Bertahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Menurut Fuad, fondasi ekonomi Indonesia sebetulnya bisa bangkit total hanya Di waktu 6 bulan Hingga Di, Justru target Perkembangan ekonomi 8% bukan hal mustahil. Akan Tetapi Ia Menyediakan catatan, asalkan pemerintah konsisten menerapkan tiga jurus prioritas dan berani memutus mata rantai pola dagang era kolonial.
Ironi Didalam Anggota Organisasi Energi Menjadi Importir Migas Akut
Fuad memaparkan data kontras yang menjadi akar runtuhnya kedaulatan energi Indonesia. Sempat menjadi raksasa Migas yang disegani hingga menjadi anggota Organisasi Energi, Didalam volume eksportasi mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) Sambil konsumsi domestik hanya sepertiganya.
Sekarang, kondisinya berbalik 180 derajat. Produksi atau lifting Migas bumi Indonesia paling banter hanya mampu menyentuh 605.000 bph, sedangkan kebutuhan konsumsi Komunitas melonjak drastis hingga 1,5 juta bph.
“Sekarang kebalik, kita banyak Perdagangan Masuk Negeri Migas. Pemerintah pusing Sebab penggunaan devisa besar hanya Sebagai beli BBM. Maka sekarang ada B50 (Biodiesel 50%), nah itu Sebagai menguranginya. Sudah mulai loh sekarang B50, sudah dipasarkan Di pompa bensin,” jelas Fuad.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Perdagangan Masuk Negeri? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%











