loading…
Mantan Pembantu Pemimpin Negara Keuangan (Menkeu) RI, Fuad Bawazier secara berani memproyeksikan bahwa roda Peningkatan Ekonomi Berencana Merasakan kebangkitan total Di waktu enam bulan Di Di. Foto/Dok
Keyakinan ini muncul bukan tanpa dasar, usai S&P mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia Di Posisi BBB Didalam outlook stabil Di 13 Juli 2026, mencerminkan terjaganya status Indonesia Di kategori investment grade. Menurut Fuad, penilaian S&P tersebut mencerminkan realitas objektif yang semestinya diakui publik, sekaligus mematahkan narasi pengelolaan APBN (Biaya Pendapatan Belanja Bangsa) yang kerap dinilai ugal-ugalan.
Baca Juga: Mantan Menkeu Ungkap 3 Tendangan Besar Sistem Perdagangan Keluar Negeri Satu Pintu yang Dipuji S&P
“Saya rasa S&P menyampaikan apa yang semestinya. Sebab memang APBN kita sebetulnya Di Situasi sekarang ini termasuk masih oke. Makanya outlook-nya masih stabil. Kalau memang sudah jelek tapi dibilang bagus, saya rasa repot juga itu S&P Sebab nanti mereka yang Berencana habis Diprotes dunia internasional,” ujar Fuad Bawazier Di Podcast TO THE POINT AJA, Jumat (17/7/2026).
Banyak Pihak Ingin Ekonomi RI Memburuk, Uang Negara Indonesia Jebol
Fuad Bawazier menyayangkan sikap sebagian ekonom dan pengamat domestik yang dinilainya terlalu pesimistis, Malahan terkesan mengharapkan indikator ekonomi Indonesia hancur. Baca Juga: S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Aturan Ekonomi Terjaga
“Di Di negeri itu banyak para ekonom kita yang bawaannya ingin yang buruk-buruk saja terjadi. Wah, indeks saham mau jebol-lah, kurs Uang Negara Indonesia mau jebol-lah. Jadinya narasi negatif itu terus-menerus digaungkan,” kritiknya tajam.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: S&P Bertahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!











