Tidak sedikit orang tua merasa khawatir ketika melihat anaknya tumbuh lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya. Situasi ini biasanya langsung dikaitkan Bersama stunting, tapi apakah memang selalu begitu?
Ahli Kepuasan spesialis anak dr Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, SpA menegaskan bahwa tubuh pendek yang terjadi Di anak belum tentu stunting. Ada istilah lain bernama stunded, yang banyak orang tua terkadang sulit membedakan.
Pada anak Merasakan stunting atau adanya masalah Di gizi, lanjut dr Ian, Akansegera memengaruhi berat badan dan tinggi badan mereka, Agar berisiko tidak tumbuh Bersama baik seperti teman-teman lain yang gizinya tercukupi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Atau ada Gangguan yang nggak ketahuan, Agar menyebabkan nutrisinya bukan buat naikin berat badan dan tinggi badan. Melainkan malah dipakai buat hal yang Gangguan tadi,” kata dr Ian Di Peristiwa ‘Pejuang Berat Badan Anak’ Sarihusada, Senin (9/3/2026).
Sambil Itu, stunded atau perawakan pendek Di anak tidak dipengaruhi Bersama kurangnya gizi. Menurut dr Ian, biasanya faktor genetik berperan Di Situasi ini.
|
Health Corner Sarihusada “Pejuang Berat Badan Anak” Foto: Ari Saputra/detikHealth
|
“Kalau stunded itu berhubungan Bersama Mungkin Saja genetik. Orang tuanya keduanya pendek, Mungkin Saja ada gangguan hormon, ada sindrom-sindrom tertentu. Itu yang bikin dia pendek, tapi tidak berhubungan Bersama Gizi,” katanya.
Menurut dr Ian, Pada ini Indonesia Di Berjuang Bersama kegawatdaruratan Yang Berhubungan Bersama stunting, Agar Situasi Kemajuan anak Bersama berat badan dan tinggi badan tidak ideal besar kemungkinan bisa dikaitkan Bersama masalah tersebut.
“Setiap bulan tetap harus Ke Ahli Perawatan Balita sampai satu tahun. Ya sekalian Proteksi, sekalian tumbuh kembangnya dicek juga,” tutupnya.
Halaman 2 Di 2
(dpy/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Anak Bertubuh Pendek, Apakah Stunting? Belum Tentu, Ahli Kepuasan Jelaskan Faktanya











