loading…
Salman Ibnu Hasky. Foto/Dok
Jurnalis iNews
Orang bilang, menjadi miskin Di negeri ini perlu bukti. Apa perlu buktinya? Di ini pembuktian menjadi miskin Lagi berlangsung. Petugas sensus Lagi ditebar, mencatat setiap anggota keluarga, mulai Bersama perumahan mewah hingga lorong gang sempit.
Jika petugas punya kesimpulan anda tidak miskin, padahal hidup serba pas-pasan, silahkan merana Lantaran anda Dikatakan belum cukup melarat Untuk pakai pertalite.
Pemerintah Lagi melakukan akrobat politik Bantuan Fluktuasi Harga Bahanbakar Minyak agar APBN tak tekor terus. Salah satunya membuat klasifikasi ulang siapa warga yang miskin, mampu, kaya, hingga super kaya.
Tujuannya, agar Bantuan Fluktuasi Harga Bahanbakar Minyak seperti pertalite benar-benar sampai Hingga orang yang tepat. Mungkin Saja saja, alokasi Bantuan Fluktuasi Harga Bahanbakar Minyak ingin dikurangi, tanpa memancing Keluhan Masyarakat banyak orang.
Komunitas mulai was-was disebut mampu Bersama pemerintah. Ujungnya jelas, tak boleh pakai pertalite Di Kendaraan Bermotor Roda Dua bututnya, atau mobilnya yang sudah jarang masuk bengkel Lantaran Dompet cekak. Lantaran anda sudah dicap mampu Bersama Negeri!
Pembatasan Pertalite, kata orang-orang berdasi dan wangi Di gedung pemerintah, adalah Perkara Pidana ‘ketepatan sasaran’. Sebuah frasa yang megah dan tampak cerdas Di atas Kertas.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Was-Was Kantong Pas-pasan











