Jakarta –
Ginjal merupakan sepasang organ yang berperan penting Untuk menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme Lewat urine, serta menjaga Kesejajaran cairan dan elektrolit Di Untuk tubuh. Proses penyaringan ini berlangsung terus-menerus, Justru Pada seseorang Lagi tidur.
Dikutip Bersama Cleveland Clinic, setiap hari, ginjal menyaring Disekitar 190-200 liter cairan. Sebagian besar cairan tersebut Akansegera diserap kembali Bersama tubuh, Sambil Disekitar 1,5-2 liter sisanya dikeluarkan Untuk bentuk urine. Samping Itu, ginjal juga membantu membuang zat sisa, seperti urea, kreatinin, dan kelebihan asam Bersama Untuk darah.
Di sisi lain, belakangan muncul anggapan bahwa minum air putih Pada terbangun Di Di malam dapat membuat ginjal bekerja terlalu keras hingga memicu kerusakan organ tersebut. Benarkah demikian?
Minum Air Di Malam Bisa Rusak Ginjal?
Spesialis urologi Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) menegaskan anggapan bahwa minum air putih Di Di malam dapat merusak ginjal adalah tidak benar
“Salah. Mau minum pagi, siang, malam sama aja, yang penting kecukupan volumenya,” kata Prof Rasyid Pada ditemui detikcom Di Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, tidak ada masalah jika seseorang minum air putih Sebelumnya tidur maupun Pada terbangun Di Di malam. Pada fungsi ginjal normal, organ tersebut tetap mampu menyaring dan membuang kelebihan cairan Lewat urine.
Tetapi, Prof Rasyid mengingatkan agar tidak minum terlalu banyak air sesaat Sebelumnya tidur Sebab dapat membuat seseorang lebih sering terbangun Untuk buang air kecil.
“Kamu jangan banyak minum (Di malam hari Sebelumnya tidur), supaya nggak terbangun buat kencing itu,” tambah Prof Rasyid.
“Pada fungsi ginjal kamu bagus, kamu hanya capek (bolak-balik) Hingga toilet. Sebab berapapun jumlah air yang kamu minum, ginjal Akansegera membuangnya,” tutupnya.
Senada, spesialis urologi Prof dr Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD menegaskan minum air putih Di malam hari tidak menyebabkan ginjal rusak.
“Enggak, dia lebih Hingga arah gangguan beser nanti Pada malam,” ucapnya kepada detikcom, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, minum terlalu banyak air Pada malam hari memang tidak dianjurkan, bukan Sebab berbahaya Untuk ginjal, melainkan Sebab kebutuhan cairan tubuh Di malam hari sudah jauh berkurang.
Ia menjelaskan, Di malam hari tubuh umumnya sudah tidak banyak beraktivitas dan tidak berkeringat seperti Pada pagi hingga siang hari. Sebab itu, kebutuhan cairan juga menurun. Jika tetap minum air Untuk jumlah besar, dampaknya justru membuat seseorang lebih sering terbangun Di malam hari Untuk buang air kecil.
Untuk menjaga Mutu tidur, Prof Harrina menyarankan agar asupan cairan lebih banyak dipenuhi Di pagi hingga sore hari.
“Justru anjurannya Untuk menghindari agar kita tidak terbangun-bangun malam hari Untuk kencing dan mengganggu tidur itu minum tinggal 20 persen saja Di atas jam 6 sore dan kecukupannya dicukupi Bersama pagi sampai sore 80 persen,” sambungnya lagi.
Tetapi Secara Keseluruhan, Prof Harrina menyarankan agar satu jam Sebelumnya tidur sebaiknya sudah tidak minum lagi. Tujuannya agar tidak sering terbangun Di malam hari Untuk buang air kecil. Pasalnya, kebiasaan terbangun akibat ingin kencing dapat mengganggu Mutu tidur.
“Sebab begitu kita beser Di malam hari Mutu tidur terganggu, nanti muncul tuh Gangguan-Gangguan yang lain dan produktivitas Untuk kerja besoknya Bersama Sebab Itu terganggu juga,” sambungnya
Berapa Banyak Konsumsi Air Putih Untuk Sehari Biar Ginjal Sehat?
Asupan air sangat berpengaruh Untuk tubuh. Pasalnya, komponen utama Untuk tubuh manusia lebih Bersama 50 persen terdiri Bersama air. Tanpa air, manusia Akansegera Merasakan dehidrasi atau kekurangan cairan. Hal ini tentunya tak boleh disepelekan lantaran bisa memicu Kemakmuran serius.
Meski begitu, asupan air pun juga Memperoleh aturan yang harus diperhatikan, tidak asal banyak. Spesialis Gangguan Untuk konsultan ginjal dan hipertensi, dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, merekomendasikan takaran konsumsi air mineral berdasarkan usia.
Untuk usia dewasa, kebutuhan air yang perlu tercukupi adalah sebanyak dua liter per hari. Tetapi, dr Pringgodigdo menyebut, konsumsi air mineral lebih Bersama jumlah tersebut juga tidak baik.
“Rata-rata orang dewasa dua liter (air mineral) cukup, kalau masih sehat biasanya dua liter cukup, Sebab bisa kalau kelebihan tidak bagus juga, bisa Bersama Sebab Itu tubuh terlalu banyak Menerbitkan cairan, Bersama Sebab Itu buang air kecil terus, dan yang baik kita harus menjaga kesimbangan,” kata Pringgodigdo Pada ditemui Di Jakarta Pusat, Senin (15/1/2024).
Sambil Untuk lanjut usia (Di atas 60 tahun), ia menyarankan mengonsumsi air mineral tidak kurang dan tidak lebih Bersama 1,5 liter per hari.
“Minum itu sangat berpengaruh Untuk tubuh, asupan cairan harus cukup, Lewat minum air putih, Tetapi tentu ada takaran dan batasan tertentu, agar tidak merusak ginjal,” kata Pringgodigdo Pada ditemui Di Jakarta Pusat, Senin (15/1/2024).
Beberapa alasan mengapa air sangat baik Untuk tubuh, yakni pemeliharaan Kesejajaran cairan, penyediaan Gizi, pembersih racun, menjaga Kesejajaran elektrolit dan pH tubuh, mempertahankan Keadaan kulit, penyokong fungsi otak, hingga Pra-Penanganan dehidrasi maupun berbagai Gangguan.
Mengapa Air Penting Untuk Menjaga Keadaan Ginjal?
Dikutip Bersama National Kidney Foundation, tubuh umumnya mampu menjaga Kesejajaran cairan Bersama baik Sebab:
- Ginjal Akansegera menahan lebih banyak air Pada tubuh membutuhkannya agar tidak kekurangan cairan.
- Ginjal juga menghasilkan urine Untuk membuang kelebihan air, Agar cairan tidak menumpuk Di Untuk tubuh.
- Ginjal dan otak bekerja sama memunculkan rasa haus ketika tubuh memerlukan lebih banyak cairan. Rasa haus inilah yang memberi sinyal agar seseorang minum lebih banyak air dan tetap terhidrasi.
Lebih Bersama separuh tubuh manusia terdiri Bersama air. Semua organ tubuh membutuhkan air agar dapat bekerja Bersama baik, termasuk ginjal.
1. Membuang Zat Sisa Untuk Bentuk Urine
Air membantu ginjal menyaring dan membuang zat sisa Bersama darah Untuk bentuk urine.
2.Menjaga Pembuluh Darah Tetap Terbuka
Samping Itu, air juga membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka Agar darah dapat Masuk lancar dan membawa oksigen serta Gizi yang dibutuhkan ginjal.
3. Mencegah Dehidrasi
Pada tubuh Merasakan dehidrasi, aliran darah dan Gizi Hingga ginjal dapat berkurang. Kemakmuran ini terutama dapat terjadi Di dehidrasi berat.
Dehidrasi berat dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Maka Itu, penting Untuk mencukupi kebutuhan cairan, terutama Pada bekerja atau Aktivitasfisik Bersama intensitas tinggi, serta ketika cuaca panas dan lembap.
4. Mencegah Batu Ginjal dan ISK
Selain dehidrasi, batu ginjal dan Penyakit Menyebar saluran kemih (ISK) juga dapat merusak ginjal. Untuk Kemakmuran ini, minum lebih banyak air dapat membantu. Air yang cukup membuat kristal pembentuk batu ginjal lebih sulit saling menempel Agar risiko terbentuknya batu ginjal berkurang.
Di pengidap Penyakit Menyebar saluran kemih, air membantu melarutkan Terapi Agar dapat bekerja lebih efektif. Minum air yang cukup juga Meningkatkan produksi urine, Agar bakteri penyebab Penyakit Menyebar lebih mudah dikeluarkan Bersama saluran kemih dan risiko kerusakan ginjal dapat berkurang.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Minum Air Di Malam Bisa Rusak Ginjal? Ini Kata Praktisi Medis











