Jakarta –
Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal Di ‘Temon’ meninggal Lantaran serangan jantung Di Minggu (12/7) pukul 08.42 WIB. Sebelumnya Itu, Temon memang diketahui Memperoleh hipertensi atau darah tinggi.
Kepergian Temon menjadi ‘pukulan’ Untuk keluarga yang ditinggalkan. Seperti yang dirasakan Di Rambu, putri kelima Untuk sang komedian. Menurutnya, sang ayah adalah sosok yang kuat dan jarang Menyoroti sakitnya.
“Kadang sih dengernya ditahan sih. Di Sebab Itu yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Di Sebab Itu saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu. Kalau ngeluh Hingga saya sih enggak. Kayak Di Di saya kayak ya sudah kuat gitu,” kata Rambu Di Rumah duka kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).
Rambu menambahkan bahwa memendam rasa sakit memang sudah menjadi kebiasaan Temon. Menurutnya, sang ayah sama sekali tak pernah mengeluh tentang kondisinya.
“Enggak, Papa tuh enggak pernah ngeluh kalau sakit. Sering dipendam,” tuturnya.
Hipertensi dan Serangan Jantung
Tekanan darah tinggi atau hipertensi memang dikenal sebagai penyebab utama Untuk serangan jantung. Situasi ini sering disebut ‘silent killer’ Lantaran memang tanpa keluhan.
Serangan jantung adalah Situasi yang terjadi Di aliran darah Hingga jantung berkurang atau tersumbat secara drastis. Penyumbatan ini biasanya disebabkan Di penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain Di arteri jantung (koroner).
Dikutip Untuk laman Kementerian Kesejaganan (Kemenkes RI) Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah Menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg Di lebih Untuk 1(satu) kali kunjungan.
Hipertensi, jika tidak dikontrol, dapat mempengaruhi kerja jantung dan organ utama tubuh lainnya, termasuk ginjal dan otak.
Dikutip Untuk Times of India, kerusakan organ-organ seperti jantung, otak, dan ginjal Lantaran darah tinggi seringkali tidak disadari. Situasi biasanya Akansegera parah ketika Tanda-Tanda mulai muncul.
“Bukan kematian mendadak yang membuat tekanan darah tinggi berbahaya; melainkan kerusakan yang terjadi seiring waktu. Sebelumnya serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal, tubuh hampir selalu mengirimkan sinyal-sinyal kecil,” kata kardiolog Untuk Amrita Hospital, dr Ashish Kumar.
Saksikan Live DetikPagi :
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Komedian Temon Meninggal Serangan Jantung, Punya Riwayat Hipertensi











