Jumlah kematian akibat wabah Ebola terbaru Ke Kongo terus Menimbulkan Kekhawatiran. Pusat Pengendalian dan Upaya Mencegah Penyakit (CDC) Afrika melaporkan sedikitnya 88 orang meninggal dunia Ke provinsi Ituri, Area timur Kongo.
CDC Afrika juga memperingatkan adanya ‘penularan komunitas aktif’ Ke Ditengah upaya petugas Keadaan memperkuat pemeriksaan dan pelacakan kontak, Sebagai menahan penyebaran Patogen.
Ke ibu kota Ituri, Bunia, warga mengaku kini hidup Di ketakutan Lantaran penguburan warga terus terjadi hampir setiap hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setiap hari, orang-orang meninggal dan ini telah berlangsung Di Disekitar seminggu. Di satu hari, kami menguburkan dua, tiga, atau Malahan lebih banyak orang,” kata warga Bunia, Jean Marc Asimwe.
“Di ini, kami belum benar-benar tahu jenis Penyakit apa ini,” lanjutnya yang dikutip Di AP News.
Ebola diketahui sebagai Penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar Melewati cairan tubuh seperti darah, muntahan, hingga air mani. Penyakit ini tergolong langka, tetapi Memiliki tingkat fatalitas tinggi.
Awalnya, pejabat Keadaan Kongo Ke Jumat melaporkan 65 kematian Didalam 246 Tindak Kejahatan suspek. Tetapi sehari Lalu, CDC Afrika memperbarui data menjadi 336 Tindak Kejahatan suspek dan 13 Tindak Kejahatan terkonfirmasi.
Sebanyak empat pasien meninggal berasal Di Tindak Kejahatan yang telah dipastikan positif Ebola.
Direktur Jenderal CDC Afrika, Dr Jean Kaseya, mengatakan Tindak Kejahatan pertama dilaporkan Ke zona Keadaan Mongwalu. Itu merupakan kawasan pertambangan Didalam mobilitas warga tinggi.
“Tindak Kejahatan-Tindak Kejahatan tersebut Lalu menyebar Ke Rwampara dan Bunia Lantaran pasien mencari Perawatan Medis medis, Supaya memungkinkan penyebaran Ke tiga zona Keadaan,” katanya Di konferensi pers daring, Sabtu (16/5/2026).
Ia menambahkan banyak Tindak Kejahatan aktif masih ditemukan Ke Ditengah komunitas, khususnya Ke Mongwalu.
“Secara signifikan mempersulit upaya penahanan dan pelacakan kontak,” sambung Dr Kaseya.
Kebugaran Keselamatan Ke Ituri juga disebut menjadi tantangan besar. Area tersebut diketahui kerap dilanda serangan kelompok militan yang berafiliasi Didalam ISIS.
Pembantu Pemimpin Negara Keadaan Kongo Samuel-Roger Kamba mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi wabah kali ini disebabkan Patogen Ebola strain Bundibugyo. Itu merupakan jenis yang lebih jarang ditemukan Ke wabah Sebelumnya Ke Kongo.
Ini menjadi wabah Ebola Ke-17 Ke Kongo Dari Patogen pertama kali muncul Ke 1976.
Kamba menyebut Tindak Kejahatan pertama diduga berasal Di seorang perawat yang meninggal Ke Fasilitas Medis Bunia Ke 24 April lalu. Ia mengatakan pasien Menunjukkan Tanda yang mengarah Ke Ebola, meski tidak menjelaskan apakah sampel pasien telah diuji.
Wabah tersebut kini mulai menyebar Ke Negeri tetangga. Uganda Ke Jumat mengonfirmasi satu Tindak Kejahatan Ebola yang disebut ‘diimpor’ Di Kongo. Pasien tersebut meninggal Ke Fasilitas Medis Muslim Kibuli, Kampala, Ke 14 Mei.
CDC Afrika mengaku khawatir wabah dapat menyebar lebih luas, mengingat lokasi terdampak berada Didekat Didalam Uganda dan Sudan Selatan.
Jenazah pasien yang meninggal Ke Kampala Lalu dipulangkan kembali Ke Kongo. Hingga kini, belum ada Tindak Kejahatan lokal lain yang terkonfirmasi Ke Uganda.
Ke Kampala, pemeriksaan Keadaan mulai diperketat Ke sejumlah fasilitas Keadaan, termasuk Fasilitas Medis Muslim Kibuli.
“Saya benar-benar takut Lantaran saya ingat menguburkan ayah saya tanpa melihat jenazahnya,” kata warga Kampala, Ismail Kigongo, yang mengaku trauma Sesudah kehilangan ayahnya Di Penyebara Nmassal COVID-19.
Sambil Itu, Kenya menyebut risiko masuknya Ebola Ke negaranya masih berada Ke level ‘moderat’ akibat tingginya mobilitas regional. Pemerintah Kenya kini membentuk Regu kesiapsiagaan Ebola dan memperkuat pengawasan Ke seluruh pintu masuk Negeri.
Meski Kongo sudah berpengalaman menangani Ebola, tantangan Ekspedisi masih menjadi hambatan besar. Ituri berada Disekitar 1.000 kilometer Di ibu kota Kinshasa dan merupakan Area konflik.
Hingga kini, Mutakhir 13 sampel darah yang diperiksa Ke Institut Eksperimen Biomedis Nasional Kongo. Disekitar delapan Ke antaranya dinyatakan positif strain Bundibugyo, Sambil Itu lima sampel lainnya belum bisa dianalisis Lantaran volume sampel tidak mencukupi.
Ke Ditengah situasi tersebut, Karya warga Ke Bunia masih tampak berjalan normal. Warga Bunia lainnya, Adeline Awekonimungu, berharap pemerintah segera Membahas langkah lebih serius.
“Rekomendasi saya adalah agar pemerintah Menyambut Baik masalah ini Didalam serius dan Membahas alih pengelolaan Fasilitas Medis Supaya masalah ini dapat dikendalikan,” pungkasnya.
Halaman 2 Di 3
(sao/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kebugaran Kongo Dihantam Wabah Mutakhir Ebola, Sudah Tewaskan 88 Orang











