Badan Pengawas Terapi dan Hidangan (BPOM RI) menyidak 100 titik penjualan takjil Ke beberapa Area Ke Indonesia. Hasilnya, Disekitar 2 persen Ke Ditengah 5 ribu sampel yang diperiksa mengandung bahan berbahaya.
Disekitar 100-an takjil yang diperiksa BPOM disayangkan terindikasi formalin, rhodamin B, hingga boraks. DKI Jakarta dan Tangerang termasuk Area Didalam penjualan takjil berbahaya paling tinggi.
Takjil Berbahaya Ke DKI Jakarta
Menurut data BPOM RI, berikut jenis-jenis takjil Ke Area DKI Jakarta yang paling banyak dilaporkan, dan seluruhnya mengandung formalin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Mi kuning
- Tahu bakso
- Teri nasi
- Cincau hitam
- Tahu Kardus
- Sambal goreng cumi
Di Itu, rhodamin B atau zat pewarna sintetik (buatan) biasanya ditemukan Ke beberapa Ketahanan Pangan berikut:
- Aneka kerupuk
- Bolu
- Jeli merah
- Es cendol
- Es guava
- Kue Mangkok
- Sirup merah
Takjil Berbahaya Ke Tangerang
Sedikit berbeda Didalam DKI Jakarta, Ke Area Tangerang, takjil berbahaya paling banyak ditemukan adalah tahu oranye besar mengandung metanil yellow atau pewarna sintetis berbahaya (serbuk/cair).
Dampak Zat Berbahaya Ke Hidangan
Dikutip Didalam laman BPOM, berikut dampak butuk yang bisa terjadi Ke tubuh Di mengonsumsi takjil Didalam kandungan berbahaya:
Boraks
Boraks beracun Di semua sel. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif Ke susunan saraf pusat, ginjal dan hati. Ginjal merupakan organ yang paling Merasakan kerusakan dibandingkan Didalam organ lain. Dosis fatal Sebagai dewasa berkisar Ditengah 15 hingga 20 gram dan Sebagai anak-anak 3 hingga 6 gram.
Bila tertelan, dapat menimbulkan Tanda-Tanda yang tertunda meliputi badan terasa tidak nyaman (malaise), mual, nyeri hebat Ke perut Pada atas (epigastrik), perdarahan gastroenteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam, dan rasa sakit kepala.
Formalin
Formalin (larutan formaldehid), paparan formaldehid Lewat saluran pencernaan dapat mengakibatkan luka korosif Di selaput lendir saluran pencernaan disertai mual, muntah, rasa perih yang hebat dan perforasi lambung.
Efek sistemik dapat berupa depresi susunan saraf pusat, koma, kejang, albuminaria, terdapatnya sel darah merah Ke urine (hematuria) dan asidosis metabolik. Dosis fatal formalin Lewat saluran pencernaan pernah dilaporkan sebesar 30 ml.
Rhodamin B
Rhodamin B bisa menumpuk Ke lemak Agar lama-kelamaan jumlahnya Berencana terus bertambah. Rhodamin B diserap lebih banyak Ke saluran pencernaan dan Menunjukkan ikatan protein yang kuat. Kerusakan Ke hati tikus terjadi akibat Hidangan yang mengandung rhodamin B Di konsentrasi tinggi. Paparan rhodamin B Di waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.
Yellow menthanyl
Kuning metanil dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah rendah. Ke jangka panjang dapat menyebabkan kanker kandung kemih.
Halaman 2 Didalam 3
(dpy/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: BPOM Temukan Takjil Berisiko Rusak Ginjal dan Liver Ke DKI-Tangerang, Ini Daftarnya











