Varian Terbaru COVID-19 Picu Lonjakan Tindak Kejahatan Ke Taiwan, Waspadai Gejalanya

Jakarta

Tindak Kejahatan COVID-19 Ke Taiwan Merasakan peningkatan. Puskesmas mencatat Di 18.990 kunjungan Yang Berhubungan Bersama COVID-19 Ke periode 27 Juli-2 Agustus 2026, naik 74,8 persen dibandingkan pekan Sebelumnya Itu.

The Center of Disease Control and Prevention (CDC) Taiwan mengatakan terdapat 62 Tindak Kejahatan COVID-19 berat Ke periode tersebut dan mengimbau Komunitas Memperbaiki kewaspadaan.

Dikutip Bersama Taipei Times, Wakil Direktur Jenderal sekaligus juru bicara CDC Taiwan Lin Min-cheng mengatakan kunjungan pasien COVID-19 Hingga layanan rawat jalan dan unit gawat darurat terus Menimbulkan Kekhawatiran Ke pekan lalu. Gaya tersebut diperkirakan masih berlanjut.


Direktur Epidemic Intelligence Center CDC Taiwan, Guo Hung-wei, mengatakan 62 Tindak Kejahatan berat tersebut merupakan jumlah mingguan tertinggi Ke musim COVID-19 kali ini, yang dimulai Dari 1 Oktober tahun lalu.

Sebagian besar Tindak Kejahatan berat terjadi Ke orang berusia 65 tahun Hingga atas atau Memiliki Penyakit penyerta. Mayoritas pasien juga belum Merasakan Proteksi COVID-19 Ke musim ini.

Ke Ditengah peningkatan Tindak Kejahatan, Organisasi Kesejaganan Dunia (WHO) Ke 27 Juli menetapkan PQ.16.1.1, subvarian SARS-CoV-2 yang Terbaru muncul dan merupakan turunan Bersama NB.1.8.1, sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian yang Lagi dipantau.

Data pemantauan CDC Taiwan Menunjukkan PQ.16.1.1 menyumbang 85,7 persen Bersama sampel Tindak Kejahatan lokal yang dianalisis Untuk mengetahui varian Untuk empat pekan terakhir.

Waspadai Gejalanya

Pakar Gangguan Menyebar Bersama University of Hong Kong, Prof Ivan Hung Fan-ngai, menjelaskan sebagian besar pasien yang terinfeksi subvarian Terbaru ini Merasakan Tanda-Tanda ringan.

Berdasarkan data Bersama Pusat Perlindungan Kesejaganan atau Center for Health Protection setempat, sebanyak 45 Tindak Kejahatan teridentifikasi Ke orang dewasa. Kondisinya tergolong parah Untuk sebulan terakhir, termasuk ada 7 kematian yang terjadi.

“Strain dominan Pada ini adalah NB.1.8.1 dan PQ.16.1.1, yang keduanya merupakan subvarian Omicron, serta menekankan bahwa Imunisasi Pada ini tetap efektif melawannya,” beber Prof Hung yang dikutip Bersama The Standard Hong Kong.

“Sebagian besar Penyakit Menyebar bersifat ringan, Bersama Tanda-Tanda yang mirip Bersama influenza seperti demam, sakit tenggorokan, dan batuk. Tetapi, orang dewasa yang lebih tua, pasien Bersama Penyakit kronis, bayi, dan mereka yang belum divaksinasi Berusaha Mengatasi risiko lebih tinggi Untuk Merasakan sakit parah,” lanjutnya.

Seperti apa situasi COVID-19 Pada ini? Simak ulasannya Ke detikPagi, Selasa (10/8/2026).

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Varian Terbaru COVID-19 Picu Lonjakan Tindak Kejahatan Ke Taiwan, Waspadai Gejalanya