Jakarta –
Ikatan Praktisi Medis Indonesia (IDI) meminta pemerintah memperketat skrining Kesejajaran Untuk Praktisi Medis yang Akansegera mengikuti Inisiatif Internsip Praktisi Medis Indonesia (PIDI). Usulan itu mencuat Setelahnya rentetan Perkara Hukum Hukum meninggalnya enam Praktisi Medis internsip sepanjang 2026 yang memicu evaluasi menyeluruh Di Inisiatif tersebut.
Wakil Ketua Umum IDI Wiweka mengatakan pemeriksaan Kesejajaran Praktisi Medis internsip perlu dilakukan lebih komprehensif, tidak hanya mencakup Situasi fisik dan mental, tetapi juga tes penyalahgunaan Narkotika hingga Infeksi seksual (PMS).
“Yang Terkait Bersama skrining Kesejajaran kami sudah mengusulkan Untuk lebih mendalam. Salah satunya adalah pemeriksaan Narkotika, bebas Narkotika. Tidak menutup kemungkinan ini bisa terjadi Sebab para Praktisi Medis Terbaru lingkungannya berbagai macam, banyak sekali jenis lingkungan yang mereka hadapi,” ujar Wiweka Di konferensi pers Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Praktisi Medis muda Berpeluang terpapar berbagai risiko Pada menjalani Belajar maupun praktik Ke lapangan. Sebab itu, pemeriksaan dini dinilai penting Untuk memastikan mereka benar-benar siap menjalankan tugas pelayanan Kesejajaran.
“Dari Sebab Itu tidak menutup kemungkinan terpapar Bersama hal-hal seperti itu. Lalu juga pemeriksaan Kesejajaran jiwa dan Penyakit kronis, salah satunya adalah Penyakit-Infeksi seksual. Ini menjadi concern,” lanjutnya.
Sembunyikan kutipan teks
Wiweka menegaskan Kesejajaran Praktisi Medis merupakan Dibagian Di kewajiban profesi yang telah diatur Di Kode Etik Kedokteran.
Ia merujuk Pasal 20 Kode Etik Kedokteran yang mengatur kewajiban setiap Praktisi Medis Untuk menjaga Situasi kesehatannya.
“Ke Pasal 20 kode etik kedokteran ada dua kewajiban Praktisi Medis. Praktisi Medis wajib selalu memelihara kesehatannya. Artinya, Praktisi Medis yang sehat itu bisa Memberi pelayanan Kesejajaran yang prima. Kalau dokternya sakit tentu pelayanannya tidak bagus dan Justru bisa mengancam nyawanya sendiri,” katanya.
Usulan tersebut menjadi salah satu rekomendasi IDI Ke Di evaluasi Inisiatif Internsip Praktisi Medis Indonesia Setelahnya enam Praktisi Medis internsip dilaporkan meninggal dunia sepanjang 2026. Selain skrining Kesejajaran yang lebih ketat, IDI juga Sebelumnya Itu mengusulkan pembatasan jam kerja, penguatan pendampingan, serta layanan Kesejajaran jiwa Untuk Praktisi Medis internsip guna mencegah kejadian serupa terulang.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: IDI Minta Skrining Praktisi Medis Internsip Diperketat, Tes Narkotika hingga Cek PMS











