Tasikmalaya –
Perbincangan soal sekte bubur ayam selalu Memikat perhatian. Bukan cuma masalah diaduk atau tidak, tapi ternyata juga isiannya. Seperti 3 sekte bubur ayam Ke Tasikmalaya ini.
Perbincangan soal ‘sekte’ bubur ayam biasanya dipicu Dari cara seseorang menikmatinya, yaitu sekte bubur diaduk dan tidak diaduk.
Hal ini sebenarnya merupakan pilihan bebas. Sebab, setiap orang punya selera hingga cara makan yang berbeda.
Akan Tetapi, ternyata Ke Tasikmalaya ada sekte bubur lainnya. Perdebatannya tak hanya soal bubur diaduk atau tidak, tapi komponen isiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di catatan detikJabar, setidaknya ada tiga sekte atau aliran Konsep bubur ayam Ke Tasikmalaya, berikut ini penjelasan lengkapnya.
1. Bubur Mentimun
|
Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar
|
Ke Tasikmalaya ada bubur ayam yang dikenal Di istilah ‘dibontengan’ atau diberi topping mentimun. Bubur ini dijajakan Ke hampir seluruh Area Tasikmalaya.
Ciri khasnya, buburnya agak cair. Lalu kecap yang digunakan pun khusus, seperti racikan, terlihat encer.
Taburan pelengkapnya komplit, mulai Di ayam suwir, daun bawang, kacang goreng, bawang goreng, mentimun, dan kerupuk. Jika masih kurang topping, tersedia tambahan sate usus, telur puyuh, telur ayam rebus, hingga ati ampela.
Pedagang bubur yang terkenal Di Konsep ini berada Ke Di Jalan Tentara Pelajar, Jalan Cicurug, dan Ke pusat-pusat keramaian setiap kecamatan. Rentang harganya tak lebih Di Rp15.000 seporsi, beberapa ada yang Ke bawah Rp10.000.
2. Bubur Ayam Kadipaten
Bubur ini juga tak kalah terkenal Ke Tasikmalaya. Disebut bubur Kadipaten Sebab para pedagangnya berasal Di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Sajian buburnya juga unik, tampilannya sederhana. Untuk yang suka rasa gurih, pasti cocok.
Bubur ini Memiliki tekstur yang agak kental Di rasa gurih dan rasa kaldu ayam yang kuat. Taburannya sederhana, hanya suwir daging ayam yang melimpah, irisan cakue, daun bawang, ati ampela, serta ada tongcai (sawi putih yang diasinkan).
Banyak topping yang hilang Ke Konsep bubur yang satu ini. Mulai tak ada kecap manis, tak ada kerupuk, tak ada kacang, hingga tak ada bawang goreng.
Salah satu ciri khasnya lagi adalah gerobak bubur ayam ini dilapisi Dari lembaran aluminium.
Keberadaan pedagangnya terletak Ke beberapa titik pusat kota, yakni Ke Simpang Empat Gunung Sabeulah, Jalan Galunggung, Jalan Dokar (dr. Soekardjo), Jalan Kalektoran, dan Jalan Tarumanagara.
Konsep bubur ayam Kadipaten ini diperkenalkan Dari mendiang Haji Zaenal, perintis bubur ayam Kalektoran yang melegenda. Bubur ayam yang harganya kini seporsi Rp35.000.
Para pedagang bubur ala Kadipaten itu hampir semuanya adalah mantan pegawai bubur Zaenal.
3. Bubur Kerupuk
Ilustrasi Foto: detikFood/Faizal Amiruddin |
Bubur kerupuk banyak dijumpai Ke perkampungan dan dijajakan keliling. Disebut bubur kerupuk Sebab dominan topping kerupuk.
Harganya lebih ekonomis, seporsi Rp5.000 pun dapat. Buburnya lebih kental Di sedikit daging ayam, kacang, daun bawang, dan bawang goreng. Konsepnya seperti bubur ayam yang ada Ke luar Tasikmalaya. Rasanya tak terlalu gurih Sebab ada manis Di kecap.
Artikel ini sudah tayang Ke detikjabar Di judul “Mengenal 3 Sekte Bubur Ayam Khas Tasikmalaya“
(adr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ternyata Ada 3 Sekte Bubur Ayam Ke Tasik, Bukan Soal Diaduk atau Tidak












