loading…
MacBook dan iPad sudah naik harga, iPhone menyusul bakal naik. Foto: ist
Pengumuman ini Karena Itu indikasi jelas: krisis supply chain chip tidak lagi teoritis, melainkan nyata Di Di kantong konsumen.
Skuat Cook, CEO Apple yang Berencana pensiun, pernah berkata kepada Wall Street Journal: “Ini adalah Genangan Air seratus tahun. Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti ini Di area manapun Di lebih Di 40 tahun.”
Ungkapan dramatis Cook bukan berlebihan. Di kuartal pertama 2026 saja, harga DRAM (memory utama Di setiap device) melompat 98 persen. Di tiga bulan Hingga Di, ekspektasi kenaikan lagi 58 hingga 63 persen.
Beberapa produk Apple yang terdampak:
• MacBook Neo Di USD599 (Rp10.710.100) naik Hingga USD699 (Rp12.509.100).
• MacBook Air 512GB Di USD1.099 (Rp19.680.100) naik Hingga USD1.299 (Rp23.245.100).
• MacBook Pro 1 terabyte Di USD1.699 (Rp30.405.100) naik Hingga USD1.999 (Rp35.800.100).
• iPad Air 128GB Di USD599 (Rp10.710.100) naik Hingga USD749 (Rp13.415.100).
• iPad Pro WiFi 256GB Di USD999 (Rp17.880.100) naik Hingga USD1.199 (Rp21.456.100).
Saham Apple jatuh hampir 5 persen Sesudah pengumuman, hari terburuk Di lebih Di satu tahun.
Di berita mengejutkan, Xbox juga langsung Memperkenalkan Fluktuasi Harga konsol kedua kalinya Di kurang Di satu tahun.
Konsol basic naik USD100 Karena Itu USD499 (Rp8.930.100); versi Bersama memory lebih besar naik USD150 Karena Itu USD749 (Rp13.415.100).
Yang Bersalah? NVIDIA dan AI Boom
Root cause-nya jelas: ledakan pembangunan data center Sebagai Ai. Perusahaan chip seperti Nvidia menjalankan long-term deals Bersama memory makers, memprioritaskan supply mereka Sebagai AI infrastructure.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kekurangan Komponen Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?











