loading…
Seorang pekerja Lagi mengoperasikan katup Di kilang Energi. FOTO/AP
“Kepergian UEA menghapus salah satu pilar utama yang mendasari kemampuan Organisasi Energi Untuk mengelola pasar. Dampaknya, Organisasi Energi Akansegera menjadi lebih lemah secara struktural,” ujar Kepala Analisis Hubungan Dunia Rystad Energy, Jorge León, Untuk keterangan resminya, dikutip Di CNBC International, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga: UEA Keluar Di Organisasi Energi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Mundurnya UEA terjadi Di Ditengah situasi Hubungan Dunia yang sangat rapuh akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu gangguan distribusi. Penutupan Selat Hormuz Malahan telah menjebak lebih Di 13 juta barel Energi per hari, atau Disekitar 13% Di total pasokan Internasional, yang memicu lonjakan harga Di pasar internasional.
Pejabat Tingginegara Energi UEA, Suhail Al Mazrouei, menegaskan waktu pengunduran diri ini telah diatur guna meminimalkan gangguan Untuk produsen lain Di Untuk kelompok tersebut. Ia menekankan perlunya kebebasan Untuk Memutuskan keputusan produksi tanpa hambatan kuota organisasi guna mencapai target kapasitas 5 juta barel per hari Di 2027.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kejutan UEA Hengkang Di Organisasi Energi, Apa Dampaknya Untuk Dunia?











