loading…
Bertepatan Bersama peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Swiss dan Indonesia, SLPI sebagai bukti nyata bahwa kemitraan yang kuat dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Foto/Dok
Berlandaskan pencapaian Fase I yang dilaksanakan Di 2023–2025 Bersama Pemberian Bersama Sekretariat Negeri Swiss Sebagai Urusan Ekonomi (SECO), SLPI Fase II (2026-2029) Akansegera Berorientasi Di upaya membawa pendekatan yang telah terbukti berhasil Bersama tahap percontohan Ke sistem yang lebih kuat.
Langkah ini Akansegera membantu menjadikan kemitraan multi pemangku kepentingan ini sebagai Pada tetap Bersama cara pemerintah, Kelompok, dan dunia usaha bekerja sama, Meninjau lebih Didekat apa yang berhasil, dan membangun pendanaan yang lebih stabil, Supaya hasilnya dapat terus berlanjut jauh Setelahnya Langkah ini berakhir.
Baca Juga: Otorita IKN dan UNDP Kerja Sama Pembangunan Kota Berkelanjutan
“Bertepatan Bersama peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Swiss dan Indonesia, kami melihat SLPI sebagai bukti nyata bahwa kemitraan yang kuat dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Melewati Fase I, kami telah Menunjukkan bahwa pengelolaan lanskap yang berkelanjutan tidak hanya melindungi hutan, tetapi juga Meningkatkan Kesejaganan Kelompok dan membuka akses Hingga Kemungkinan pasar yang lebih baik,” ujar Duta Besar Swiss Sebagai Indonesia, Timor-Leste, dan Organisasiregional, Y.M. Olivier Zehnder.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Mutakhir Transformasi Lanskap Berkelanjutan Di Indonesia











