loading…
Ilmuwan Prediksi Letusan Anak Krakatau 2026. Foto/ NASA
Tetapi, terlepas Didalam pelepasan kepulan abu dan gas yang tebal, para ahli menjelaskan bahwa letusan tersebut tidak cukup besar Sebagai memengaruhi iklim Dunia secara signifikan atau meredam pemanasan yang diperkirakan Berencana terjadi akibat Trend Populer El Niño yang kian menguat.
Menurut Dan DePodwin, Direktur Senior Operasi Prakiraan Cuaca Ke AccuWeather, kepulan abu Didalam Krakatau sebagian besar tetap berada Ke troposfer dan tidak mencapai stratosfer.
“Letusan tersebut kemungkinan hanya berdampak jangka pendek dan bersifat lokal Di suhu,” ujarnya.
Badan meteorologi Indonesia juga melaporkan adanya deteksi material vulkanik Ke ketinggian hingga 15.240 meter (m) Ke sebelah barat dan 6.096 m Ke sebelah timur Anak Krakatau.
Kepulan tersebut tetap berada Ke bawah tropopause—batas Di troposfer dan stratosfer.
Agar letusan gunung berapi dapat menyebabkan pendinginan Dunia yang signifikan, letusan tersebut harus melepaskan sulfur dioksida Di jumlah besar hingga Ke ketinggian tinggi, mencapai stratosfer.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ilmuwan Prediksi Letusan Anak Krakatau 2026 Mendinginkan Bumi?











