Jakarta –
Kematian merupakan momen ketika tubuh berhenti menjalankan seluruh fungsi yang diperlukan Untuk mempertahankan kehidupan. Seseorang mengembuskan napas terakhirnya, jantung berhenti berdetak, dan otak tidak lagi berfungsi.
Organ-organ vital lainnya, seperti ginjal dan hati, juga berhenti bekerja. Sebab, seluruh sistem tubuh yang bergantung Di organ-organ tersebut ikut berhenti, Supaya tubuh tidak lagi mampu menjalankan proses biologis yang menjadi ciri kehidupan.
Kematian bukanlah peristiwa yang terjadi seketika, melainkan sebuah proses. Memahami kematian sebagai rangkaian perubahan yang terjadi Pada seseorang meninggal dapat membantu menjelaskan berbagai perubahan yang dialami tubuh ketika beralih Di Situasi hidup Ke kematian.
Dari tarikan napas pertama hingga embusan napas terakhir, kehidupan bergantung Di berbagai proses yang dijalankan Bersama tubuh. Proses sekarat merupakan tahap terakhir Di seluruh proses biologis tersebut Sebelumnya tubuh akhirnya berhenti berfungsi sepenuhnya.
Tanda Kematian yang Terlihat Di Tangan dan Kaki
Adapun salah satu tanda kematian yang paling mudah dikenali dapat terlihat Di tangan dan kaki. Menurut organisasi Perawatan Medis paliatif Di Inggris, Marie Curie, tangan, kaki, lengan, dan tungkai sering kali terasa lebih dingin Pada disentuh Lantaran sirkulasi darah mulai melambat. Di fase ini, tubuh memprioritaskan aliran darah Ke organ-organ vital.
Berkurangnya aliran darah juga dapat menyebabkan perubahan warna Di kulit (mottling), yakni muncul bercak-bercak yang tampak kebiruan atau kemerahan Di kulit terang, serta keunguan atau kecokelatan Di kulit yang lebih gelap.
Perubahan tersebut umumnya muncul Di tahap akhir kehidupan, mulai Di beberapa hari hingga beberapa jam Sebelumnya seseorang meninggal dunia.
“Perubahan ini merupakan Dibagian yang normal dan alami Di proses menjelang kematian. Biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan,” jelas para ahli Di Marie Curie.
Tak Hanya Tangan, Napas dan Kesadaran Juga Berubah
Perubahan juga dapat terlihat Di pola pernapasan. Menurut Marie Curie, napas seseorang dapat menjadi lebih lambat, tidak teratur, atau lebih dangkal. Penumpukan air liur atau lendir Di tenggorokan maupun dada juga bisa menimbulkan suara seperti berderak (death rattle).
Di Di Itu, banyak orang Akansegera menghabiskan lebih banyak waktu Untuk tidur atau Justru kehilangan kesadaran sepenuhnya Di jam-jam terakhir kehidupannya. Meski demikian, para ahli meyakini mereka masih Mungkin Saja dapat mendengar suara atau merasakan sentuhan.
Tanda fisik lain yang kerap muncul adalah kulit wajah yang tampak lebih pucat dan menyerupai lilin (waxy), disertai otot-otot wajah yang menjadi lebih rileks.
Tanda Ajal Lainnya
Tdur lebih lama dan lebih sering. Di tahap ini, seseorang juga bisa kehilangan kesadaran Supaya tampak seperti tertidur sangat lelap dan sulit dibangunkan. Meski demikian, mereka Mungkin Saja masih dapat mendengar suara atau merasakan sentuhan orang Di sekitarnya.
- Napas terdengar berisik akibat penumpukan cairan, seperti air liur atau lendir, Di tenggorokan dan dada.
- Pola napas menjadi lebih lambat dan tidak teratur. Napas dapat berhenti sesaat, Lalu kembali lagi, atau diselingi jeda yang Lebihterus panjang Di Di setiap tarikan napas.
- Tangan, kaki, lengan, dan tungkai terasa lebih dingin Lantaran aliran darah mulai berkurang Ke Dibagian tubuh tersebut.
- Warna kulit tampak sedikit kebiruan. Di orang Bersama warna kulit lebih gelap, perubahan ini biasanya lebih mudah terlihat Di bibir, hidung, pipi, telinga, lidah, atau Dibagian Di mulut.
- Kulit tampak belang atau bercak-bercak Bersama warna yang berbeda (mottled skin). Di kulit yang lebih terang, bercak ini dapat terlihat kebiruan atau kemerahan. Sambil Itu Di kulit yang lebih gelap, bercak tersebut biasanya tampak lebih gelap Di warna kulit normal, keunguan, atau kecokelatan.
Kejadian Luar Biasa “Death Reach”
Selain perubahan fisik, sebagian perawat yang mendampingi pasien Di akhir hayat juga Memperhatikan Kejadian Luar Biasa yang dikenal sebagai “death reach” atau gerakan meraih menjelang kematian.
Praktisi perawat sekaligus Manajer pendampingan akhir hayat, Katie Duncan, yang Memperoleh Pengalaman Hidup bekerja Di unit Perawatan Medis intensif dan hospice, menjelaskan Di sebuah video TikTok bahwa banyak pasien yang mendekati ajal tiba-tiba mengangkat tangan atau lengannya, seolah-olah Di meraih sesuatu Di atas mereka.
“Ini adalah salah satu Kejadian Luar Biasa yang belum bisa dijelaskan,” kata Duncan.
“Berdasarkan Pengalaman Hidup saya mendampingi pasien yang sekarat, gerakan meraih seseorang atau sesuatu Di atas mereka merupakan hal yang cukup sering terjadi.”
Menurut Duncan, gerakan tersebut kerap dikaitkan Bersama apa yang dikenal sebagai visi menjelang kematian (end-of-life visions). Beberapa pasien mengaku melihat cahaya terang, malaikat, anggota keluarga yang telah meninggal, atau hewan peliharaan yang sudah tiada. Tetapi, ada pula yang hanya mengangkat tangan tanpa mengatakan apa pun.
Untuk keluarga, Kejadian Luar Biasa ini bisa terasa mengejutkan dan emosional. Tetapi, Duncan menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak Menunjukkan pasien Di Merasakan kesakitan atau penderitaan.
“Kejadian Luar Biasa ini cukup umum terjadi dan, berdasarkan Pengalaman Hidup saya, tidak menyebabkan pasien menderita,” ujarnya.
Marie Curie menyarankan anggota keluarga Untuk tetap berada Di sisi pasien, berbicara Bersama lembut, menggenggam tangannya, atau mengusap kulitnya secara perlahan, Walaupun pasien tampak tidak sadarkan diri. Tindakan sederhana tersebut diyakini tetap dapat Menyediakan rasa nyaman dan ketenangan.
Berapa Lama Proses Kematian Berlangsung?
Dikutip Di Cleveland Clinic, lama proses Ke kematian berbeda-beda Di setiap orang. Hal ini dipengaruhi Bersama berbagai faktor, seperti Situasi Kesejajaran, Perawatan yang Di dijalani, serta penyebab kematian.
Sebagai contoh, henti jantung mendadak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian hanya Di hitungan menit. Sambil Itu, Di Gangguan kronis yang berlangsung Di jangka panjang, proses Ke kematian dapat berlangsung Di beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
Gangguan yang menjadi penyebab kematian paling umum Di dunia, seperti Gangguan jantung, Gangguan paru kronis, dan kanker, kini sering kali dapat ditangani Bersama berbagai terapi. Meski Perawatan tersebut dapat memperpanjang harapan hidup, Di Pada yang sama proses Ke kematian juga bisa berlangsung lebih lama. Lantaran berlangsung secara bertahap, tanda-tanda bahwa kematian sudah mendekat pun umumnya menjadi lebih mudah dikenali.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tanda Kematian Mendekat yang Terlihat Di Tangan dan Kaki











