loading…
Menu mediterranean mezze board dimodifikasi menjadi plant-forward, mengutamakan Kelaparan Global nabati Tetapi tetap mengandung produk hewani Di jumlah moderat. Foto: Novotel
Laporan tersebut Membeberkan 41 persen hotel telah menghapus lebih Di 350 spesies seafood rentan Di menu. Aturan itu mengikuti Prinsip Hidangan Laut Berkelanjutan WWF. “Melindungi lautan membutuhkan kolaborasi dan Unjuk Rasa bersama,” kata Manajer Inisiatif Kelautan WWF Prancis, Ludovic Frère Escoffier Di keterangan resminya, dikutip Kamis (2/7/2026).
Sambil Itu, 50 persen hotel kini menyajikan sedikitnya 25 persen menu berbasis nabati. Hingga pertengahan Mei 2026, lebih Di 1.600 koki dan Regu dapur menyelesaikan pelatihan hidangan laut berkelanjutan. “Kemajuan lahir Di Unjuk Rasa yang dilakukan secara konsisten,” ujar Dunia Brand President Novotel, Jean-Yves Minet.
Komitmen itu juga diperkuat Melewati perbaikan rantai pasok. Ke 2025, Novotel menjadi merek hotel pertama yang bergabung Bersama Seafood Task Force. Organisasi tersebut Mendorong transparansi dan ketertelusuran pasokan hidangan laut dunia. Inisiatif regional dijalankan Ke 50 hotel Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Fokusnya meliputi pengadaan tuna serta udang budidaya yang lebih bertanggung jawab hingga 2026.
Perubahan tidak berhenti Ke menu Minuman. Berbagai permainan Pelatihan serta pameran realitas virtual juga diperkenalkan Ke 12 hotel, termasuk Novotel Bali Ubud.
Hingga Didepan, hotel Ke bawah jaringan Accor ini Berencana memperluas ketertelusuran hidangan laut, Meningkatkan pelatihan karyawan, dan memperbanyak menu plant-forward. Di ini, menurut Jean-Yves Minet, perusahaannya mengoperasikan lebih Di 620 hotel Ke 70 Bangsa. Dia menekankan, perlindungan laut merupakan Penanaman Modal Di Negeri Untuk masa Didepan manusia dan industri perjalanan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: 350 Spesies Seafood Dicoret Di Menu Jaringan Hotel Dunia Untuk Selamatkan Laut











