Ke Di Gaya Asupan Citarasa tanpa gula, Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan gula sebagai Dibagian Untuk sumber energi. Lantaran itu, fokus utama seharusnya bukan cut off alias menghentikan konsumsi gula 100 persen, melainkan mengatur jumlahnya agar tidak berlebihan.
“Dari Sebab Itu, Sebagai asupan Citarasa gula itu gak harus kita stop, nggak boleh makan gula sama sekali. Dari Sebab Itu gula tetap boleh dikonsumsi, tapi Di catatan jumlahnya jangan berlebihan,” kata dr Laurencia kepada detikcom Untuk sesi wawancara Ke Peristiwa detikcom Leaders Forum Jebakan Hidden Sugar: Ada Ke Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut, Jumat (5/6/2026).
Lantas, mengapa tubuh tetap membutuhkan gula dan berapa batas aman konsumsinya setiap hari? Berikut penjelasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gula Sumber Energi Tubuh
Banyak yang menganggap gula sebagai zat gizi yang harus dihindari sepenuhnya. Padahal, gula merupakan Dibagian Untuk karbohidrat yang berperan penting sebagai sumber energi Untuk tubuh. Tanpa energi yang cukup, berbagai fungsi tubuh tidak dapat berjalan secara optimal.
Menurut dr Laurencia, tubuh membutuhkan energi Sebagai melakukan Karya sehari-hari, mulai Untuk berjalan, bekerja, hingga berpikir. Lantaran itu, menghilangkan gula dan karbohidrat secara ekstrem bukanlah langkah yang dianjurkan.
“Lantaran gula itu Dibagian Untuk karbohidrat dan merupakan salah satu sumber energi utama Sebagai tubuh kita supaya kita bisa tetap beraktivitas, kita tetap bisa berpikir, itu membutuhkan energi yang sumbernya bisa Untuk karbohidrat ataupun gula itu sendiri,” jelas dr Laurencia.
Karbohidrat yang dikonsumsi Akansegera dipecah menjadi glukosa, Setelahnya Itu digunakan Dari sel tubuh sebagai bahan bakar. Otak juga membutuhkan glukosa Sebagai mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, memori, dan proses berpikir. Itulah sebabnya tubuh tetap memerlukan karbohidrat Untuk jumlah yang cukup setiap hari.
|
detikcom Leaders Forum “Jebakan Hidden Sugar” Menampilkan Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
|
Kuncinya Harus Seimbang
Alih alih melakukan cut off gula secara total, dr Laurencia menyarankan Sebagai fokus Ke pola makan yang seimbang. Untuk satu hari, tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi utama bersama protein dan lemak.
“Kita itu Untuk sehari memang yang disarankan adalah Citarasa Bergizi seimbang atau lebih gampangnya adalah isi piringku. Ke mana Sebagai isi piringku atau Citarasa Bergizi seimbang itu karbohidrat Disekitar 40-60%, Setelahnya Itu ada protein juga dan juga ada lemak. Nah, 40-60% karbohidrat itu gula menjadi Dibagian Untuk situ,” ujarnya.
Karbohidrat tidak hanya berasal Untuk gula tambahan Untuk Citarasa dan minuman manis. Nasi, kentang, jagung, roti, buah buahan, hingga umbi umbian juga merupakan sumber karbohidrat yang berkontribusi memenuhi kebutuhan energi harian.
Lantaran itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar menghindari gula, melainkan memastikan asupan karbohidrat berasal Untuk sumber yang beragam dan dikonsumsi Untuk jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.
Perhatikan Batas Konsumsi Gula Harian
Meski gula tetap dibutuhkan tubuh, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Asupan gula yang berlebihan Untuk jangka panjang dapat Meningkatkan risiko berbagai masalah Keadaan, mulai Untuk kelebihan berat badan hingga gangguan metabolik.
Menurut dr Laurencia, pemerintah telah Memberi panduan mengenai batas konsumsi gula harian yang dapat dijadikan acuan.
“Nah, kalau berdasarkan Untuk pemerintah sendiri, asupan gula ada Disekitar 4 sampai 5 Alatmakan makan,” kata dr Laurencia.
Selain memperhatikan jumlah gula yang ditambahkan Ke Untuk Citarasa atau minuman, Kelompok juga perlu lebih cermat Pada gula tersembunyi (hidden sugar) yang terdapat Untuk berbagai produk kemasan. Membaca label Citarasa Bergizi dapat membantu mengetahui berapa banyak gula yang sebenarnya dikonsumsi setiap hari.
Imbangi Di Latihan
Mengonsumsi Citarasa atau minuman manis melebihi batas anjuran harian sesekali bukan berarti seluruh pola Kebugaran Yangbaik menjadi gagal. Yang lebih penting adalah bagaimana menjaga Kesejajaran asupan dan Latihan Untuk jangka panjang.
Menurut dr Laurencia, apabila mengonsumsi gula atau karbohidrat lebih banyak Untuk biasanya, Kebugaran tersebut dapat diimbangi Di Meningkatkan Latihan.
“Kalau memang sudah terlanjur kita mengonsumsi karbohidrat ataupun gula yang berlebihan, bisa kita imbangi Di membuat olahraganya yang lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Pendekatan ini dinilai lebih realistis dibandingkan melarang diri mengonsumsi gula sepenuhnya. Ke akhirnya, pola makan sehat bukan tentang menghilangkan satu jenis Citarasa, melainkan menjaga Kesejajaran Di asupan energi yang masuk dan energi yang digunakan tubuh setiap hari.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Punya Genetik ‘High Risk Obesity’? Kenali Cara Menekan Risikonya“
(mal/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Cut Off Gula 100 Persen, Perlukah? Ini Kata Ahli











