loading…
Varian Terbaru COVID-19 yang dijuluki Cicada Ditengah menjadi perhatian otoritas Kesejajaran Dunia.. Foto/NBS.
Meski namanya identik Bersama serangga yang bersuara keras, istilah “Cicada” kini justru merujuk Ke varian Terbaru Mikroba SARS-CoV-2 yang termasuk Di keluarga Omicron. Para peneliti menemukan bahwa varian ini Memiliki tingkat mutasi yang cukup tinggi Supaya memunculkan perhatian Di komunitas medis internasional.
Baca juga: Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 Hingga Epstein Files
Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi Ke November 2024. Dari Di itu, Mikroba ini dilaporkan telah menyebar Hingga setidaknya 23 Bangsa Hingga dunia. Hingga Amerika Serikat sendiri, varian tersebut telah terdeteksi Hingga 25 Bangsa Pada hingga Februari 2026, menurut data CDC.
Meski demikian, para ahli menyebutkan bahwa BA.3.2 hingga Di ini belum menjadi varian dominan Di penyebaran COVID-19. Profesor Infeksi Di Vanderbilt University, William Schaffner, mengatakan bahwa masih terlalu dini Sebagai memastikan apakah varian ini Berencana menjadi varian utama Hingga masa mendatang.
“Kita masih harus menunggu dan melihat apakah varian ini Berencana berada Hingga garis Di penyebaran COVID-19,” ujarnya, dikutip Di CBS news, Kamis (2/4/2026)
Memiliki Puluhan Mutasi
BA.3.2 diketahui merupakan Pada Di keluarga Omicron Bersama tingkat mutasi yang tinggi. Studi terbaru yang dipublikasikan Hingga jurnal The Lancet menyebutkan varian ini Memiliki Di 70 hingga 75 mutasi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Varian Terbaru COVID-19 ‘Cicada’ Menyebar Hingga 23 Bangsa, Ini yang Perlu Diketahui











