loading…
Wakil Sekretaris Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 2018-2023 Abdul Muji Syadzili. Foto: Ist
Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 2018-2023 Abdul Muji Syadzili.
Baca juga: Sah, Inilah 9 Kiai Skuat AHWA Untuk Tetapkan Rais Aam PBNU
“Pelajaran penting Untuk produk Muktamar Hingga-34 NU Hingga Lampung adalah kegagalan dua mandataris; Rais Aam dan Ketua Umum Untuk memastikan kepemimpinan PBNU yang efektif, fungsional dan akuntabel,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Anggota A’wan PWNU Jawa Timur 2024 hingga sekarang ini menyebut mekanisme penetapan kepemimpinan PBNU baik Rais Aam maupun Ketua Umum perlu direview dan dikaji ulang.
Muktamar Hingga-34 Hingga Lampung sebenarnya Untuk sidang komisi organisasi telah Merundingkan secara dominan mekanisme pemilihan ketua umum PBNU Melewati sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Akan Tetapi, sidang pleno Muktamar Hingga-34 Hingga Lampung hanya membacakan hasil komisi, tidak Merundingkan dan menetapkannya sebagai norma Untuk AD-ART NU. Sesudah Itu, AD-ART tidak disahkan, Sebagai Gantinya direkomendasi agar disahkan Melewati Konbes dan Munas Alim Ulama Berikutnya.
“Maka, mekanisme pemilihan ketua umum Hingga Muktamar Hingga-34 NU Hingga Lampung 2021 didasarkan Ke mekanisme AD-ART 2015,” katanya.
Gagasan sistem AHWA Untuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU telah disuarakan PWNU Jawa Timur jauh Sebelumnya. Gagasan ini juga diamini Di banyak PWNU-PCNU seIndonesia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pemilihan Ketua Umum PBNU Di Sistem AHWA Dinilai yang Terbaik











