Jakarta –
Serangan rudal Ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, tercatat menewaskan 12 orang dan melukai lebih Didalam 300 orang.
Sejumlah korban luka dilaporkan Untuk Situasi kritis, Sambil operasional bandara dihentikan dan penerbangan dialihkan Hingga bandara lain. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyampaikan informasi korban Ke Minggu (11/10/2026).
Mengutip AP, Senin (12/10/2026) korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Palestina, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, dan Sudan. Sebagai korban luka-luka lainnya dirawat Ke sejumlah Fasilitas Medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudal menghantam kompleks bandara Ke Terminal 3 dan 4, yang melayani penerbangan domestik. Didalam rekaman yang beredar Ke media sosial dan dianalisis Didalam AP memperlihatkan kendaraan darurat berada Ke Di bandara Setelahnya serangan.
Operasional bandara dihentikan Dari Sabtu. Berdasarkan platform pemantau penerbangan, Flightradar24, penutupan Setelahnya Itu diperpanjang Di 24 jam hingga Minggu pukul 21.00 waktu setempat, membuat sejumlah penerbangan terpaksa dialihkan Hingga bandara lain.
Gangguan penerbangan Ke Arab Saudi juga meluas Hingga sejumlah maskapai internasional. Sebelumnya serangan terbaru ini, Air India, FlyDubai, Lufthansa Group, dan Pakistan International Airlines telah menangguhkan penerbangan Di dan Didalam Riyadh serta sejumlah bandara lain Ke Arab Saudi Sebagai periode berbeda.
“Kami Menyimak situasi ini Didalam sangat cermat,” ungkap pernyataan Air India.
Lebih Jelas, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) turut memperluas panduan keselamatan penerbangan Ke Area udara Arab Saudi. Lembaga itu menyoroti kemampuan kelompok Houthi menyerang Area yang lebih jauh Hingga Untuk Arab Saudi, termasuk Riyadh, serta meningkatnya ancaman Pada infrastruktur penerbangan.
EASA memperingatkan serangan rudal dan drone, serta upaya pencegatan, dapat Memperbaiki risiko pesawat sipil salah diidentifikasi. Sejumlah Negeri, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, dan Kanada, juga memperingatkan warganya agar menghindari bandara tersebut.
Dilansir Didalam The Australian, Pembantu Pemimpin Negara Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengimbau Sebagai warga Australia tidak melakukan perjalanan Hingga Area terdampak itu. Lantaran situasi Perlindungan yang terjadi Di ini.
“Saran perjalanan Sebagai Bandara Internasional King Khalid, Riyadh telah diperbaharui menjadi ‘do not travel’ Lantaran Perlindungan ini. Kami terus mengimbau warga Australia Sebagai memperimbangkan lagi kebutuhan mereka Hingga Arab Saudi,” jelas Wong.
Mengutip FlightRadar24, hampir 80 persen penerbangan Melewati Riyadh kini sudah dibatalkan. Bandara ini menjadi bandara Didalam tingkat gangguan tertinggi.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Rudal Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Penerbangan Dialihkan











