loading…
Menko Airlangga menjabarkan sejumlah data yang menjadi fondasi optimisme pemerintah seperti kontribusi konsumsi mencapai 54% Di PDB Didalam Mandiri Spending Index Ke level 360,7 Ke Februari 2026. Foto/Dok
“Dari Sebab Itu Bisa Jadi kami tegaskan kembali walau situasi Pertempuran Amerika-Israel sama Iran itu masih berjalan lebih Didalam 2 minggu, Tetapi kalau kita lihat transmisi Hingga Indonesia itu Di bentuk harga-harga Energi, harga gas, dan nanti ikutannya harga-harga Produk Internasional. Walaupun Di situasi krisis Pertempuran, secara makro kita tetap kuat dan solid,” ujar Menko Airlangga Kegiatan Diskusi dan Buka Puasa Bersama Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (Forkem), Senin (16/03/2026).
Airlangga menjabarkan sejumlah data yang menjadi fondasi optimisme pemerintah seperti kontribusi konsumsi mencapai 54% Di PDB Didalam Mandiri Spending Index Ke level 360,7 Ke Februari 2026. Ke Pada Yang Sama, cadangan devisa tercatat sebesar USD151,9 miliar, cukup Bagi membiayai Di enam bulan Perdagangan Masuk Negeri.
Baca Juga: Lonjakan Ketidakstabilan Ekonomi Mengancam Ekonomi RI, THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli
Lalu PMI Produksi berada Ke zona ekspansif (53,8), serta adanya kenaikan produksi beras nasional sebesar 13,54% secara tahunan (yoy). Indonesia juga Memiliki mekanisme natural hedging Ke mana Fluktuasi Harga Produk Internasional Perdagangan Keluar Negeri seperti batu bara, nikel, dan tembaga senilai USD47 miliar mampu menyeimbangkan defisit Ke sektor migas.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pertempuran AS-Israel vs Iran Berjalan Dua Pekan, Menko Airlangga Jabarkan Kebugaran Ekonomi RI











