Malaysia kini Di Berjuang Di tantangan serius melawan Gangguan Tuberkulosis (TBC). Para pakar medis menggambarkan situasi Pada ini sebagai “slow-burn epidemic”, sebuah epidemi yang merayap perlahan Akan Tetapi pasti seiring Di meningkatnya jumlah klaster aktif yang mulai masuk Ke lingkungan sekolah dan asrama.
Pembantu Presiden Pembantu Presiden Kesejajaran Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengungkapkan bahwa hingga awal Februari 2026, telah terdeteksi 10 klaster TBC Terbaru Ke tujuh Negeri Dibagian. Salah satu yang paling mengkhawatirkan berada Ke Johor, Ke mana seorang guru mengaji menjadi sumber penularan Bagi 29 anak-anak dan 8 orang dewasa.
Trend Populer TBC Ke Malaysia Dikatakan berbahaya Lantaran sifatnya yang laten. Dzulkefly memperingatkan bahwa banyak orang Mungkin Saja sudah terpapar tanpa menyadarinya Lantaran bakteri tersebut bersifat “tidur” Ke Untuk tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bakteri itu ada Ke Untuk tubuh kita, tapi bersifat laten. Ketika imunitas kita turun, bakteri tersebut Akansegera berkobar (flare up),” jelas Dzulkefly. Inilah alasan mengapa TBC disebut epidemi yang membara perlahan; ia menunggu Pada tubuh manusia lemah Bagi menyerang.
Bahaya Penyebaran yang Tidak Terdeteksi
Istilah “slow-burn epidemic” ditegaskan Dari dr Venu Gopalan, seorang praktisi medis Ke Kuala Lumpur. Ia menyoroti kenaikan Peristiwa Pidana yang stabil Akan Tetapi terus-menerus Di satu dekade terakhir.
“Saya menggambarkan TBC sebagai apa yang kita sebut sebagai slow-burn epidemic,” ujar dr. Venu kepada SCMP.
Menurutnya, bahaya terbesar Komunitas Pada ini adalah penyebaran TBC yang tidak terdeteksi, padahal Gangguan ini sebenarnya sangat mudah didiagnosis dan diobati jika ditemukan Sebelum dini.
Kesulitan penanganan TBC Pada ini adalah perpindahan penularan Untuk lingkup Tempattinggal tangga Ke institusi besar. Konsultan Ahli Kemakmuran Anak, Dr. Amar-Singh HSS, menyebutkan bahwa berbagi udara Ke ruang publik jauh lebih berisiko.
“Ke asrama atau tempat kerja, kita berbagi udara yang sama Di banyak orang. Jauh lebih sulit Bagi melakukan pelacakan kontak (contact tracing) Ke lingkungan institusi besar,” tegas Dr. Amar-Singh. Hal ini terbukti Di munculnya Peristiwa Pidana Ke sekolah dasar yang melibatkan belasan siswa Ke Daerah Johor.
Meski publik sempat berspekulasi bahwa pekerja Foreign menjadi pemicu, data Kemenkes Malaysia justru Menunjukkan bahwa 85% pasien TBC Di satu dekade terakhir adalah penduduk lokal.
Kementerian Kesejajaran kini gencar melakukan skrining Di individu Di Tanda-Tanda batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan drastis. Komunitas juga diingatkan Bagi menuntaskan Terapi minimal Di enam bulan agar bakteri tidak bermutasi menjadi lebih kuat dan terus menular Ke orang lain
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Mengenal TBC Ginjal, Gangguan yang Diidap Lucky Element Sebelumnya Meninggal“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pakar Singgung ‘Slow-Burn Epidemic’ TBC Ke Malaysia, Bisa Menular Diam-diam











