Neta Bakal Selamat Didalam Kebangkrutan, Lanjut Produksi Kendaraan Pribadi Elektrik


Jakarta, CNN Indonesia

Hozon New Energy Automobile Company (Hozon), induk perusahaan merek Kendaraan Pribadi Elektrik Neta Auto yang bangkrut, bakal diakuisisi Zhejiang Taiyi Shanglian Enterprise Management Partnership (Taiyi Shanglian).

Wacana itu tertuang Untuk draf Wacana reorganisasi yang dirilis usai Pertemuan kreditur keempat Hozon secara daring Ke Jumat (11/9), seperti dilaporkan Just Auto, Rabu (16/9), mengutip laporan media lokal.

Untuk draf tersebut, Taiyi Shanglian Berencana berinvestasi 3 miliar yuan atau Disekitar Rp7,9 triliun (kurs Rp2.644,7) Untuk menguasai 70,6 persen saham Hozon.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taiyi Shanglian merupakan perusahaan manajemen yang sengaja didirikan awal tahun ini Dari Zhejiang Shanzi Holdings Company dan Zhejiang Shanzi Yuxu Technology Company.

Didalam total dana restrukturisasi itu, 1,17 miliar yuan (Rp3,1 triliun) dipakai Untuk menyelesaikan utang lama, termasuk membayar kreditur atas aset yang dipertahankan, biaya kepailitan, serta biaya restrukturisasi lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sisanya, 1,83 miliar yuan (Rp4,8 triliun), disuntikkan penuh Di Hozon sebagai modal kerja Untuk memulai ulang produksi dan penjualan, membangun ulang rantai pasok, serta memulihkan jaringan purnajual dan operasional harian.

Fokus SUV

Peralatan produksi SUV Neta L dan Neta X dikategorikan sebagai aset inti yang dipertahankan.

Sebagai Alternatif, peralatan produksi sedan Neta S dan GT Disorot aset noninti yang bisa dilepas secara terpisah, Agar perusahaan Berencana Memusatkan Perhatian Ke produksi SUV.

Draf itu juga memuat Wacana Perawatan tiga tahap. Tahap awal adalah memulai kembali produksi Didalam target penjualan tahun pertama 10 ribu unit, Didalam prioritas produksi Neta X.

Ke tahap ini, rantai pasok Berencana dibangun ulang dan jaringan layanan purnajual diaktifkan kembali Untuk menangani klaim garansi 400 ribu pemilik Neta.

Tahap kedua berupa peningkatan skala operasi Didalam target output 300 ribu unit per tahun, serta Pembuatan model khusus Untuk pasar berkembang Di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan lain.

Tahap ketiga mencakup Pembuatan model Kendaraan Pribadi Elektrik pintar Mutakhir Untuk pasar Internasional, target nilai output tahunan 40 miliar yuan (Rp105,8 triliun), serta persiapan penawaran saham perdana (IPO).

Kebugaran Di Indonesia

Di Indonesia, Neta pernah memasarkan V, V-II, dan X. X termasuk model yang produksinya dipertahankan, Sambil Itu nasib Neta V dan V-II tidak disebut Untuk laporan tersebut.

Januari lalu, Neta Indonesia Lewat akun Instagram resminya Mengungkapkan Hozon diharapkan menyelesaikan restrukturisasi Ke pertengahan 2026.

Untuk unggahan itu juga menjelaskan layanan purnajual Neta Di Tanah Air dialihkan Di Otoklix dan Anma Kendaraan Pribadi, Sambil Itu sejumlah dealer Neta ditutup.

Jongkie D Sugiarto, Komisaris Handal Indonesia Kendaraan Bermotor Roda Dua (HIM), perusahaan rekanan produksi Di Indonesia, juga mengatakan perakitan Neta Di fasilitas mereka sudah berhenti Sebelum Disekitar enam bulan Sebelumnya.

Menurut Jongkie, yang juga menjabat Ketua I Gaikindo, keputusan kelanjutan produksi berada Di tangan agen pemegang merek (APM). Ia menyebut Neta masih tercatat sebagai anggota Gaikindo.

(fea/fea)



Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Neta Bakal Selamat Didalam Kebangkrutan, Lanjut Produksi Kendaraan Pribadi Elektrik

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr