Kementerian BUMN melaporkan kontribusi Iuran Wajib BUMN Di Bangsa. FOTO/dok.SINDOnews
Di sisi Penerimaan Bangsa Bukan Iuran Wajib (PNBP) dan kontribusi lainnya Pada tiga tahun berada Di posisi Rp356 triliun. Sambil Itu, dividen Sebelumnya audit (unaudited) yang disetor perseroan Di Bangsa sebesar Rp280 triliun. Nilai dividen merupakan akumulasi Di pembagian laba perusahaan sepanjang 2020-2024.
“Tidak hanya Di dividen, BUMN juga mampu Menyediakan kontribusi kepada Bangsa Di sektor fiskal. Pada 2020-2023, BUMN telah Menyediakan kontribusi kepada Bangsa Di penerimaan Iuran Wajib sebesar Rp1.374 triliun dan PNBP lainnya senilai Rp 356 triliun kepada Bangsa,” ujar Erick Melewati akun Instagramnya, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Erick Thohir Malam-malam Di Wakil Rakyat, Minta BUMN Diguyur PMN Rp44 T
“BUMN bisa Menyediakan dividen Sebelumnya audit atau unaudited sebesar Rp 280 triliun kepada Bangsa,” paparnya.
Meski BUMN mampu Menyediakan kontribusinya Di nilai yang fantastik, perseroan juga kembali disuntik dana segar Melewati skema Penyertaan Modal Bangsa (PMN). Tercatat, Pada 2020-2024, PMN yang diterima perusahaan mencapai Rp218 triliun.
“Ini artinya, PMN yang Sebelumnya dibiayai Di utang yang diterbitkan Bangsa, bisa dibiayai Di dividen BUMN,” beber dia.
Sebagaimana diketahui, PMN tahun Biaya 2025 Untuk 16 BUMN sudah disetujui Komisi VI Wakil Rakyat RI. Nilainya sebesar Rp44,2 triliun. Persetujuan tertuang Untuk kesimpulan Pertemuan kerja (raker) Di Kementerian BUMN dan Komisi VI Wakil Rakyat.
Wakil Ketua Komisi VI Wakil Rakyat, Muhammad Sarmuji menyebut, persetujuan itu Sesudah Komisi Menyaksikan penjelasan atas usulan PMN 2025.
“Komisi VI Wakil Rakyat RI Menyaksikan penjelasan dan menyetujui usulan Penyertaan Modal Bangsa tahun Biaya 2025 Di Kementerian BUMN,” ungkap Wakil Ketua Komisi VI Wakil Rakyat RI Muhammad Sarmuji Di membacakan kesimpulan raker, Rabu (10/7) malam.
(nng)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kontribusi Iuran Wajib BUMN Di Bangsa Capai Rp1.374 Triliun Di 2020-2023











