Bisnis  

Akuisisi Aster Karena Itu Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Usaha Mulai Dongkrak Kinerja

loading…

Transformasi Usaha yang dilakukan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mulai Menunjukkan hasil nyata. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Transformasi Usaha yang dilakukan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mulai Menunjukkan hasil nyata. Akuisisi aset Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) yang kini bernama Aster dinilai menjadi titik balik strategis Untuk perseroan, sekaligus mengubah profil Usaha Chandra Asri Untuk perusahaan petrokimia yang sangat bergantung Ke siklus industri menjadi kelompok usaha terintegrasi Di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.

Analis Verdhana Sekuritas Nizam Syafik mengatakan, Untuk tiga tahun terakhir Chandra Asri berhasil melakukan transformasi besar Untuk aset petrokimia tunggal senilai Disekitar USD1,8 miliar yang Berjuang Didalam tekanan margin negatif Ke periode 2022–2024, menjadi platform Usaha terintegrasi Didalam potensi pendapatan mencapai USD7 miliar hingga USD10 miliar.

Baca Juga: Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Memikat Investor Dunia

Menurut Nizam, Prestasi tersebut tidak lepas Untuk akuisisi Aster yang diselesaikan Ke 2025. Lewat akuisisi ini, Chandra Asri memperoleh kilang Migas berkapasitas 237 ribu barel per hari serta fasilitas cracker etilena berkapasitas 1,1 juta ton per tahun yang menjadi fondasi Usaha energi perseroan.

“Aster secara efektif mendiversifikasi sumber pendapatan Chandra Asri yang Sebelumnya Itu sangat bergantung Ke spread petrokimia. Di ini energi telah menjadi kontributor terbesar Di pendapatan perusahaan,” ujar Nizam Untuk risetnya dikutip Ke Jumat (19/6/2026).

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Akuisisi Aster Karena Itu Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Usaha Mulai Dongkrak Kinerja