Menjelang Idulfitri, setiap Area Di Indonesia Memperoleh cara unik Untuk merayakan datangnya hari Unggul. Ada Grebeg Syawal hingga Konflik Bersenjata Ketupat.
Di Aceh hingga Papua, Kearifan Lokal lokal yang kaya Kekayaan Budaya Dunia ini tidak hanya menjadi Dibagian Di perayaan, tetapi juga cara Komunitas menjaga warisan leluhur.
Berbagai Area Memperoleh cara unik lainnya Untuk menyambut Lebaran, Kearifan Lokal ini menjadi daya tarik tersendiri dan Menunjukkan betapa beragamnya Kekayaan Budaya Dunia Indonesia Di merayakan Idulfitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merangkum informasi Di Antara, Minggu (15/3/2026), berikut 10 Kearifan Lokal menyambut hari Raya Idulfitri Di berbagai Area Di Indonesia:
1. Grebeg Syawal, Yogyakarta
Grebeg Syawal adalah Kearifan Lokal turun-temurun Di Keraton Yogyakarta yang rutin digelar setiap tanggal 1 Syawal, bertepatan Di perayaan Hari Raya Idulfitri. Kearifan Lokal ini telah ada Dari abad Hingga-16 sebagai bentuk rasa syukur keluarga kerajaan dan Komunitas atas berkah yang diterima Pada bulan Ramadan.
Peristiwa puncak Grebeg Syawal ditandai Di arak-arakan tujuh gunungan, yang terdiri Di hasil bumi dan Konsumsi khas. Setiap gunungan Memperoleh makna tersendiri, mencerminkan kemakmuran, persatuan, dan semangat. Setelahnya dilakukan doa bersama, gunungan ini Lalu dibagikan kepada Komunitas yang hadir sebagai simbol keberkahan.
2. Konflik Bersenjata Topat, Lombok
|
Konflik Bersenjata Topat Di Lombok Foto: (dok. Pemkab Lombok Barat)
|
Konflik Bersenjata Topat merupakan Kearifan Lokal yang dilakukan Dari Komunitas Lombok, Nusa Tenggara Barat. Konflik Bersenjata Topat atau Konflik Bersenjata ketupat Di bahasa Indonesia merupakan kegiatan melempar ketupat sebagai bentuk penghormatan dan keberkahan. Kearifan Lokal ini mencerminkan harmoni dan kerukunan Antara umat Hindu dan Islam Di Area tersebut.
3. Pawai Pegon, Jember
Di Jember, Jawa Timur, Komunitas menyambut Lebaran Di Kearifan Lokal Pawai Pegon yang digelar setiap hari Hingga-7 bulan Syawal. Di Kearifan Lokal ini, gerobak yang dihiasi janur kuning ditarik Dari dua ekor sapi mengelilingi desa.
Setiap gerobak diisi Di ketupat dan hasil bumi, yang melambangkan keberkahan, rezeki, dan rasa syukur Setelahnya sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan.
4. Ngejot, Bali
Kearifan Lokal ngejot kepada warga lintas agama Di Jalan Padang Griya II No 1 Denpasar, Bali Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali |
Komunitas Bali, menjalankan Kearifan Lokal Ngejot setiap menjelang Idulfitri. Di Kearifan Lokal ini, umat Muslim dan Hindu saling berbagi Konsumsi sebagai bentuk kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.
Konsumsi yang dibagikan biasanya terdiri Di hidangan khas Lebaran, seperti ketupat dan opor ayam, serta berbagai sajian tradisional Bali.
5. Ronjok Sayak, Bengkulu
Kearifan Lokal Ronjok Sayak dilakukan Di melakukan pembakaran batok kelapa yang ditumpuk hingga mencapai tinggi Di satu meter, sebuah praktik yang dilakukan Dari Komunitas Bengkulu setiap tanggal 1 Syawal Pada ratusan tahun. Kearifan Lokal ini dipercaya sebagai sarana Untuk berkomunikasi Di leluhur.
6. Binarundak, Sulawesi Utara
Di Motoboi Besar, Sulawesi Utara, Komunitas merayakan Lebaran Di Kearifan Lokal khas yang disebut Binarundak. Kearifan Lokal ini melibatkan memasak nasi jaha secara gotong royong Pada tiga hari Setelahnya Idulfitri.
Nasi jaha dibuat Di beras yang dimasak Di santan dan dimasukkan Hingga Di batang bambu, menghasilkan aroma dan rasa yang khas serta berbeda Di nasi biasa.
7. Perayaan Seni Meriam Karbit, Kalimantan Barat
Meriam karbit Di kayu randu Foto: Rifkianto Nugroho |
Komunitas Pontianak, Kalimantan Barat, menyambut Idulfitri Di Perayaan Seni Meriam Karbit. Perayaan ini ditandai Di ledakan meriam berbahan karbit, yang Menyediakan suara keras dan menggelegar.
Perayaan Seni Meriam Karbit biasanya berlangsung Pada tiga hari, menjadi momen Untuk warga Untuk Menunjukkan keberanian, semangat kebersamaan, dan kegembiraan Setelahnya sebulan berpuasa.
8. Ngadongkapkeun, Banten
Di Banten, Komunitas Memperoleh Kearifan Lokal khas menyambut Idulfitri yang disebut Ngadongkapkeun. Kearifan Lokal ini merupakan bentuk sungkeman atau penghormatan kepada orang yang lebih tua, sekaligus ungkapan rasa syukur atas rahmat dan berkah yang diterima Pada bulan Ramadan. Kearifan Lokal Ngadongkapkeun dipercaya sebagai sarana menanamkan nilai hormat dan sopan santun kepada generasi muda Di Komunitas Banten.
9. Baraan, Sumatera Selatan
Di Palembang dan sejumlah Area lain Di Sumatera Selatan, Komunitas melakukan Kearifan Lokal Baraan Untuk menyambut Idulfitri. Kearifan Lokal ini melibatkan rombongan pemuda-pemudi yang berkeliling kampung Berkunjung Hingga Rumah-Rumah warga Untuk bersilaturahmi dan saling meminta maaf menjelang hari raya. Pada kegiatan ini, tuan Rumah biasanya menyambut rombongan Di hidangan khas Lebaran, mulai Di ketupat, opor ayam, hingga kue-kue tradisional.
10. Konflik Bersenjata Ketupat, Kudus
Sama Seperti Lombok, Komunitas Kudus, Jawa Ditengah, juga Melakukan Kearifan Lokal Konflik Bersenjata Ketupat menjelang lebaran Idulfitri. Kearifan Lokal ini biasanya digelar satu minggu Setelahnya Idulfitri. Di Kearifan Lokal ini, warga saling melempar ketupat satu sama lain sebagai simbol saling memaafkan dan membersihkan diri Di Kesalahan Individu Pada setahun terakhir.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Mengenal Kearifan Lokal Ngembang Jelang Ramadan Di Ciamis“
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 10 Kearifan Lokal Menyambut Idulfitri Di Indonesia: Ada Grebeg Syawal-Konflik Bersenjata Ketupat













