Jakarta –
Seorang pria berusia 24 tahun Ke Wisconsin, Amerika Serikat, Merasakan Penyakit Menyebar bakteri Ehrlichia chaffeensis usai menjalani transplantasi ginjal. Ginjal yang terinfeksi itu berasal Untuk donor berusia 33 tahun Ke Minnesota, dan keduanya Merasakan Penyakit Menyebar tak lama usai melakukan operasi.
Menurut laporan yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Upaya Mencegah Gangguan (CDC), pria donor berusia 33 tahun itu sempat berburu Ke Kansas Sebelumnya operasi. Ketika berada Ke sana, dia digigit Didalam seekor kutu, tetapi belum Merasakan Tanda Penyakit Menyebar.
Hasil pemeriksaan Kesejajaran juga tidak Menunjukkan adanya masalah Didalam Kesejajaran pria tersebut. Tetapi, tak lama Setelahnya menjalani operasi, pria donor mulai Merasakan Tanda ruam dan nyeri otot.
Awalnya, Ahli Kebugaran mendiagnosis Kemakmuran Laki-Laki itu sebagai rhabdomyolysis, sejenis Gangguan yang memecah jaringan otot dan mengakibatkan pelepasan serat otot Di Untuk darah. Tetapi seminggu Setelahnya operasi, pria penerima ginjal mulai merasakan nyeri sendi dan demam.
Hasil pemeriksaan Setelahnya Itu Menunjukkan bahwa Kebugaran yang dialami kedua pria itu bukan rhabdomyolysis, melainkan ehrlichiosis. Ehrlichiosis adalah Penyakit Menyebar bakteri yang ditularkan Lewat gigitan kutu yang terinfeksi.
Untungnya, hal tersebut tidak berubah menjadi bencana. Setelahnya penyebab identifikasi teridentifikasi, Ahli Kebugaran merawat kedua pasien itu Didalam antibiotik sederhana yang menghilangkan bakteri kutu Untuk tubuh mereka.
Walaupun ehrlichiosis akibat transplantasi Mungkin Saja saja terjadi, peluangnya Sebagai terjadi lagi sangat rendah. Kendati demikian, baik donor maupun penerima organ sebaiknya mengingatkan Ahli Kebugaran Sebagai melakukan skrining Ehrlichia guna berjaga-jaga.
(ath/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tindak Kejahatan Langka, Pria Tertular Penyakit Menyebar Bakteri Kutu Untuk Donor Ginjalnya











