Nyamuk adalah serangga yang memakan apa saja. Mulai Untuk nektar tumbuhan, hingga darah ayam, tikus, buaya, katak, dan tentu saja darah manusia. Akan Tetapi, sebuah studi Terbaru menemukan ketika manusia Lebih masuk dan mengganggu Area liar, nyamuk bisa ‘menempatkan selera khusus’ Sebagai darah manusia dibanding sumber Konsumsi lainnya.
Peneliti Di Brasil Membahas sampel darah Untuk nyamuk yang dikumpulkan Di cagar alam Di Hutan Atlantik (Atlantic Forest), Area Brasil yang sudah Merasakan deforestasi parah.
“Beberapa spesies yang diteliti Menunjukkan preferensi yang jelas Sebagai mengisap darah manusia,” kata Jeronimo Alencar, ahli biologi Untuk Oswaldo Cruz Institute Di Brasil sekaligus penulis studi tersebut, Untuk pernyataan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini sejalan Bersama bukti-bukti Sebelumnya bahwa deforestasi membuat manusia lebih sering bersentuhan Bersama makhluk pembawa Gangguan berbahaya.
Nyamuk diketahui dapat menularkan Zika, demam berdarah dengue, malaria, hingga ensefalitis (radang otak), sejumlah Gangguan yang dapat berdampak serius Di Keadaan dan Malahan mematikan. Adapun hasil Studi ini dipublikasikan Untuk jurnal Frontiers in Ecology and Evolution.
Menurut para peneliti, Hutan Atlantik menjadi habitat Di 270 spesies mamalia, 850 jenis burung, serta Di 570 reptil dan amfibi. Dahulu, kawasan hutan ini membentang hingga 1,3 juta kilometer persegi Di Brasil, lebih luas Untuk gabungan Texas dan California. Akan Tetapi kini luasnya menyusut menjadi kurang Untuk sepertiga akibat Pembuatan Pertanian dan permukiman.
Meski begitu, studi ini Memperoleh beberapa keterbatasan. Salah satunya, analisis hanya dilakukan Di darah Untuk 145 nyamuk betina, dan tidak semua sampel berhasil diidentifikasi. Lantaran itu, masih belum jelas sejauh mana hasil ini bisa digeneralisasi. Samping Itu, belum diketahui bagaimana preferensi nyamuk berubah Sebelum Hutan Atlantik masih utuh.
Akan Tetapi, Studi ini tetap dapat membantu ilmuwan memahami hubungan yang kompleks Di deforestasi dan Gangguan. Manusia menghilangkan Di 10 juta hektare hutan setiap tahun.
“Deforestasi Memangkas keanekaragaman hayati lokal, Supaya nyamuk, termasuk yang menjadi vektor agen patogen, menyebar dan mencari sumber Konsumsi alternatif,” tulis penulis studi. Dan sumber itu, ternyata, bisa Karena Itu adalah manusia.
Halaman 2 Untuk 2
(suc/suc)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Terungkap Lewat Studi, Nyamuk Terbukti Lebih Suka Darah Manusia daripada Hewan











