Bisa Jadi banyak yang belum sadar, rasa kesepian rupanya menyimpan efek yang besar Ke bagaimana otak bekerja. Lebihterus banyak bukti yang Menunjukkan hubungan sosial sama pentingnya Untuk Kesejaganan manusia seperti kebutuhan lain seperti Minuman dan air.
Menurut para ahli, rasa kesepian dapat memicu sinyal Tekanan yang nyata dan Menyediakan dampak jangka panjang Pada Kesejaganan. Dikutip Bersama Every Day Health, berikut ini sederet perubahan Ke otak yang terjadi akibat kesepian:
1. Membuat Lebih Craving Ingin Makan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi Menunjukkan kesepian dapat memicu respons saraf Ke otak yang serupa Bersama Situasi ketika seseorang merasa lapar dan Mengharapkan Minuman.
Di Studi yang dipublikasikan Ke 2020, para ahli saraf meminta 40 peserta sehat menjalani isolasi Di 10 jam, Lalu berpuasa Di 10 jam. Sesudah masing-masing periode 10 jam tersebut, peneliti menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) Untuk mengukur Karya otak dan membandingkannya Bersama hasil pemindaian fMRI peserta Di Situasi normal.
Peneliti menemukan ketika seseorang yang lapar merasakan lapar dan seseorang yang terisolasi merasakan kesepian, kedua Situasi tersebut menghasilkan jenis Karya otak yang serupa. Para ahli berteori respons tersebut Bisa Jadi merupakan cara otak Menyediakan sinyal agar seseorang kembali terhubung Bersama orang lain.
2. Membangun Mental Bermusuhan dan Pesimistis
Rasa kesepian dapat membuat seseorang lebih mudah Memusatkan Perhatian Ke sisi negatif Bersama suatu situasi. Sebuah Studi menemukan kesepian memicu respons Ke lobus posterior, yaitu Pada otak yang berkaitan Bersama perhatian.
Peningkatan perhatian ini Bisa Jadi menjelaskan mengapa kesepian dapat membuat seseorang lebih Memusatkan Perhatian Ke dirinya sendiri.
Studi lain juga Menunjukkan pola pikir negatif ini dapat menciptakan lingkaran setan. Kesepian cenderung memicu pikiran negatif, Sambil Lebihterus banyak pikiran negatif juga berkaitan Bersama tingkat kesepian yang lebih tinggi.
Ke sebagian orang, kesepian Justru dapat memicu sikap bermusuhan atau agresif. Sikap tersebut dapat menjadi mekanisme Lini Pertahanan Lantaran orang yang kesepian takut Merasakan penolakan Bersama Detail.
Ironisnya, perilaku tersebut justru dapat membuat orang lain dan hubungan sosial yang sebenarnya mereka butuhkan, Lebihterus menjauh.
3. Membuat Sulit Percaya Orang Lain
Orang yang kesepian cenderung lebih waspada Pada potensi ancaman Ke sekitarnya. Situasi tersebut dapat membuat mereka lebih sulit mempercayai orang lain.
Di Studi yang dipublikasikan Ke 2021, peneliti merekrut 42 orang yang Merasakan kesepian berat dan terus-menerus tanpa diagnosis gangguan Kesejaganan mental serius. Mereka Lalu dibandingkan Bersama kelompok kontrol yang juga terdiri Bersama 42 orang.
Di salah satu tugas, peserta diberi sejumlah uang secara virtual dan diminta menentukan apakah mereka ingin menyimpan seluruh uang tersebut atau membagikannya Bersama peserta lain. Jika mereka membagikan uang tersebut, nilainya Berencana menjadi tiga kali lipat dan orang yang Memperoleh uang dapat mengembalikan sebagian dana tersebut. Artinya, peserta bisa Merasakan lebih banyak uang Di eksperimen, tetapi harus Membahas risiko Bersama mempercayai peserta lain.
Peserta yang kesepian membagikan lebih sedikit uang kepada orang lain dibandingkan peserta yang tidak kesepian. Hasil pemindaian fMRI juga Menunjukkan peserta yang kesepian Memiliki Karya lebih rendah Ke beberapa Pada otak yang berkaitan Bersama pembentukan rasa percaya.
Di Itu, peneliti Membahas sampel darah dan air liur Untuk mengukur kadar oksitosin, yaitu hormon yang Di lain berperan Di membangun ikatan dan keterikatan Bersama orang lain. Hasilnya Menunjukkan suasana hati peserta yang tidak kesepian Meresahkan Sesudah melakukan percakapan ringan. Akan Tetapi, hal tersebut tidak terjadi Ke peserta yang kesepian.
Peserta yang kesepian juga lebih Bisa Jadi mengatakan mereka tidak mempercayai para asisten Studi. Mereka juga menghasilkan kadar oksitosin yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.
4. Menurunkan Fungsi Kognitif
Bersosialisasi juga dapat menjadi salah satu cara penting Untuk menstimulasi otak. Tanpa stimulasi tersebut, terdapat bukti fungsi kognitif seseorang dapat Merasakan penurunan.
Studi Menunjukkan adanya perubahan Ke otak ketika seseorang Merasakan tingkat kesepian yang lebih tinggi Bersama rata-rata. Salah satu Studi mengikuti Situasi Kesejaganan 25 peserta ekspedisi kutub yang hidup Di Situasi terisolasi Ke Antartika Di 12 bulan.
Di menjalani isolasi tersebut, para anggota ekspedisi Merasakan penurunan volume materi abu-abu (gray matter) Ke otak, terutama Ke area seperti hipokampus dan talamus. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko demensia Ke orang yang Merasakan isolasi sosial.
Halaman 2 Bersama 3
(avk/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ternyata Kesepian Bisa Pengaruhi Otak, Efeknya Seperti Ini











