Jakarta –
Nyeri pinggang merupakan salah satu Tanda yang paling umum ditemukan Ke pasien batu ginjal. Akan Tetapi nyeri pinggang yang seperti apa sih yang membedakannya Bersama nyeri pinggang Ke umumnya?
“Nyeri Di pinggang Di ya, Di kiri sini Di bawah iga, Di bawah dada Di,” kata Dr dr Widi Atmoko, SpU(K), FECSM, FACS, Praktisi Medis urologi Bersama RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), menjelaskan nyeri pinggang yang menandakan adanya batu ginjal.
“Kalau batunya masih Di ginjal, Mungkin Saja terlokalisir hanya Di situ saja. Tapi kalau batunya sudah mulai turun Di bawah, nah itu Mungkin Saja nyerinya bisa berpindah Di lipat paha. Justru sampai Di kemaluan,” lanjutnya, Di perbincangan Bersama detikcom, Rabu (25/6/2025).
Batu ginjal yang sudah turun Di saluran kemih Dibagian bawah, menurut dr Widi, juga bisa disertai Bersama Tanda kencing keluar darah. Justru, dimungkinkan juga keluar pasir Di kencing.
“Keluar pasir. Batu kecil-kecil gitu,” jelas dr Widi.
Apa Itu Batu Ginjal?
Dijelaskan Bersama dr Widi, batu ginjal Ke dasarnya adalah kristal yang terbentuk Di saluran kencing yang memang bermuara Di ginjal. Kristal batu ginjal bisa terbentuk Bersama berbagai macam mineral, utamanya kalsium.
Kristal batu ginjal juga dapat terbentuk Bersama asam urat atau uric acid, yakni senyawa hasil metabolisme purin. Terlalu banyak mengonsumsi jeroan banyak dikaitkan Bersama kelebihan kadar asam urat Di Di tubuh, yang juga bisa Memperbaiki risiko batu ginjal.
Tanda Lainnya
Butuh pemeriksaan Untuk memastikan adanya batu ginjal Bersama akurat, Akan Tetapi beberapa Tanda kerap menyertai Kebugaran ini. Selain nyeri pinggang, Tanda yang juga dapat menandakan adanya batu ginjal Ditengah lain:
- nyeri yang menyebabkan susah duduk nyaman
- nyeri yang disertai perut tidak nyaman Justru muntah
- nyeri yang disertai demam
- keluar darah Di kencing
- sulit buang air kecil.
Faktor Risiko Batu Ginjal
Dikutip Bersama Mayo Clinic, beberapa faktor risiko batu ginjal mencakup:
- Riwayat keluarga. Jika Di Di silsilah keluarga ada yang pernah Memiliki batu ginjal, ada kemungkinan lebih besar seseorang Berencana mengalaminya juga.
- Dehidrasi. Kurang minum bisa Memperbaiki risiko.
- Pola makan. Konsumsi tinggi oksalat, protein, garam natrium, dan gula, dapat Memperbaiki risiko batu ginjal.
- Obesitas. Penyakit kompleks ini juga disertai kadar lemak terlalu banyak, yang dikaitkan Bersama risiko batu ginjal.
- dan sebagainya.
(up/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sering Nyeri Pinggang Kiri Di? Hati-hati, Bisa Karena Itu Tanda-tanda Batu Ginjal











