loading…
Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Evita Nursanty menegaskan faktor keselamatan dan Keselamatan harus menjadi fondasi utama Untuk Pembuatan destinasi wisata Indonesia. Foto/Dok.SindoNews
Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Evita Nursanty mengatakan, faktor keselamatan dan Keselamatan harus menjadi fondasi utama Untuk Pembuatan destinasi wisata Indonesia.
Baca juga: Jenazah yang Ditemukan Di Perairan Labuan Bajo Dipastikan Manajer Valencia
“Harus ada perbaikan yang serius Bersama sisi tata kelola Wisata Internasional nasional Bersama menempatkan faktor safety and security atau faktor ’S’ sebagai yang utama Setelahnya aksesibilitas, amenitas, atraksi atau 3A+S. Safety and security tourism harus menjadi pilar utama Wisata Internasional Indonesia, agar sektor ini tumbuh aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” katanya Di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Sejumlah tragedi kecelakaan terjadi sepanjang 2025 yang menyebabkan jatuhnya korban wisatawan. Di antaranya tenggelamnya kapal wisata phinisi Di Selat Padar, Labuan Bajo, Di Komodo National Park, Nusa Tenggara Timur (NTT) Di Jumat 26 Desember 2025 yang menyebabkan 4 wisatawan asal Spanyol tewas.
Lalu meninggalnya wisatawan asal Australia Pada melakukan scuba diving Di Segara Beach, Tulamben, Bali Di Selasa, 30 Desember 2025.
Sebelumnya Itu tragedi juga dialami wisatawan asal Brasil Pada melakukan pendakian Di Gunung Rinjani, Lombok, NTB yang tewas Setelahnya tergelincir dan jatuh Hingga jurang curam.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Reformasi Total Keselamatan dan Keselamatan Wisata Internasional Nasional











