loading…
Kiri Hingga kanan: Sr. Irena Handayani, Alexzander Zaputra Tedja, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta), Reymund Levy (Ketua PUKAT KAJ), Cyprianus Lilik, dan Lawrence Tjandra. Foto: SINDOnews/HO/KAJ
Run4U 2026 dihadirkan sebagai ajakan kepada Kelompok Sebagai menerapkan Cara Kebugaran Yangbaik Melewati Aktivitasfisik Berlari, sekaligus berkontribusi Di upaya pelestarian lingkungan. Tema tersebut Mendorong Kelompok Sebagai lebih peduli Di Kebugaran alam dan Memutuskan langkah nyata Di menjaga Sustainability lingkungan.
Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, menyoroti krisis lingkungan yang Lebih serius Di Indonesia, seperti Bencana Alam, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hampir 99 persen bencana Di Indonesia dipicu Dari kerusakan lingkungan akibat Karya manusia. Sepanjang 2025, tercatat 3.116 kejadian bencana, Bersama Bencana Alam sebagai Peristiwa Pidana terbanyak.
Baca Juga: Teruskan Perjuangan Paus Fransiskus, Keuskupan Agung Jakarta Luncurkan Gerakan Belarasa
Menurut Uskup Suharyo, Kebugaran tersebut menjadi pengingat penting Untuk Kelompok Sebagai mulai melakukan perubahan sederhana Di kehidupan sehari-hari, seperti menghemat energi, mengelola sampah, dan menjaga kelestarian alam. Ia juga mengapresiasi inisiatif Pukat KAJ yang menggabungkan Aktivitasfisik dan Unjuk Rasa sosial Melewati kegiatan ini.
“Di ini terjadi krisis lingkungan yang serius Di Indonesia, seperti Bencana Alam, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Berdasarkan data Bersama Badan Nasionan Penanggulanan Bencana, per 2025 tercatat bahwa hampir 99% Bersama total bencana Di Indonesia disebabkan Dari kerusakan alam akibat tindakan manusia. Tercatat 3.116 Peristiwa Pidana kejadian bencana, Di mana Bencana Alam menempati urutan pertama Bersama 1.584 Peristiwa Pidana. Krisis ini terjadi Di seluruh Indonesia Bersama Daerah Sumatra yang terdampak kerusakan paling parah, hingga Daerah Jabodetabek Berjuang Bersama masalah polusi udara, pencemaran air, krisis sampah, dan penurunan muka tanah.” kata Uskup Suharyo.
Ketua Pukat KAJ, Reymund Levy, mengatakan Run4U menjadi wadah konkret Sebagai membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat berbagi. Donasi yang terkumpul Di kegiatan ini Berencana disalurkan Melewati Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) serta Inisiatif sosial lainnya.
GLSI sendiri merupakan Dibagian Bersama Laudato Si’ Movement, yang Memusatkan Perhatian Di Promosi Politik Cara Hidup berkelanjutan dan keadilan iklim. Organisasi ini juga aktif Di Belajar lingkungan, termasuk Inisiatif penanaman mangrove dan pengelolaan sampah terpadu.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pukat Keuskupan Agung Jakarta Gelar Ajang Maraton Run4U 2026, Usung Tema Pelestarian Lingkungan











