Jakarta –
Ri Amerika Serikat Donald Trump didiagnosis chronic venous insufficiency (CVI) Situasi Pada katup Ke Di vena tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini yang membuat pria 79 tahun itu Merasakan pembengkakan Ke kaki. Pemicunya diduga Sebab riwayat masalah obesitas Trump.
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A Damay, SpJP(K), menyebut insufisiensi vena kronis memang sering terjadi Ke usia lanjut. Justru, insiden Peristiwa Pidana Hukum ini juga relatif tinggi dilaporkan Ke Indonesia.
“Ke Indonesia kasusnya sebenarnya relatif banyak, ini memang ditandai Bersama kaki bengkak. Pembuluh darah kaki yang seharusnya mengarah Di jantung, alirannya terganggu maka tekanan Meresahkan dan kakinya menjadi bengkak,” tutur dr Vito Pada dihubungi detikcom Jumat (18/7/2025).
Ada sejumlah faktor risiko seseorang terkena Situasi seperti yang dialami Trump, termasuk banyak berdiri, terlalu banyak duduk, jarang jalan kaki, pernah Merasakan sumbatan pembekuan darah Ke kaki, Memperoleh riwayat bedrest Di waktu lama, dan usia lanjut.
Rata-rata disebutnya terjadi Ke 20 hingga 30 persen Penduduk Dunia umum Bersama beragam tingkat keparahan. “Kira-kira 60 persen-nya perempuan. Salah satu faktor risikonya adalah obesitas,” lanjutnya.
Bisa Berujung Gagal Jantung
Insufisiensi vena kronis gangguan umum yang disebabkan Dari kelemahan katup vena dan dinding pembuluh darah, Supaya mengganggu aliran balik darah Di jantung. Dampaknya, terjadi stasis vena (penumpukan darah) dan peningkatan tekanan darah vena Ke tungkai bawah. Situasi ini memengaruhi hingga 40 persen lansia dan Di ini lebih sering Dikatakan sebagai masalah perifer atau lokal.
Akan Tetapi, menurut dr Vito, bukti terbaru Menunjukkan dampak sistemik CVI yang signifikan, terutama Di kaitannya Bersama gangguan fungsi jantung dan risiko gagal jantung.
“CVI diketahui Memperbaiki tekanan vena sentral dan preload jantung (beban volume darah Sebelumnya jantung memompa), yang dapat membebani jantung kanan. Hal ini membuat pasien Bersama risiko tinggi lebih rentan Merasakan gagal jantung,” terangnya.
Tak hanya itu, terdapat hubungan dua arah Di CVI dan gagal jantung, ketika CVI memperburuk gagal jantung Lewat penumpukan darah dan kelebihan cairan, Sebagai Gantinya gagal jantung juga dapat memperparah CVI Lewat peningkatan stasis vena.
Studi terbaru Justru Menginformasikan peradangan dan disfungsi endotel akibat CVI dapat mempercepat kerusakan fungsi jantung yang lebih parah.
(elk/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Praktisi Medis Wanti-wanti Pembengkakan Kaki Seperti Dialami Trump Bisa Picu Gagal Jantung











