Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun yang secara fisik sehat tiba-tiba Merasakan masalah Kesejaganan mendadak. Ia mengeluh sakit kepala hebat, muntah berulang, dan kelemahan Hingga sisi kiri tubuhnya tak lama Setelahnya bermain.
Melihat kondisinya, bocah tersebut dilarikan Hingga Puskesmas Anak Kota Ho Chi Minh, Vietnam, Di Kebugaran kritis. Wakil direktur Puskesmas, Nguyen Minh Tien, mengatakan insiden itu terjadi Ke 8 Februari 2026.
Dikutip Di VNExpress, Di hasil pemindaian MRI Menunjukkan stroke iskemik akut yang disebabkan Dari gumpalan darah yang hampir sepenuhnya menyumbat arteri vertebralis kanan. Itu merupakan Kebugaran yang bisa Di cepat menyebabkan kematian atau kerusakan neurologis permanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dirawat, bocah itu melakukan Olah Raga tanpa Menunjukkan tanda Kerusakan atau trauma kepala. Tetapi, tidak lama Setelahnya Itu ia Merasakan Tanda neurologis mendadak, termasuk sakit kepala hebat, muntah-muntah, kesulitan berjalan, dan kelemahan progresif yang mempengaruhi sisi kiri tubuhnya.
Tindakan Medis Langsung Dilakukan
Ahli Kebugaran segera Mengadakan konsultasi multidisiplin, meminta angiografi serebral dan melakukan intervensi endovaskular darurat. Skuat medis melakukan terapi pelarutan bekuan darah yang dikombinasikan Di trombektomi mekanis, yang sepenuhnya memulihkan aliran darah Hingga otak.
Setelahnya satu minggu Penanganan, bocah tersebut sadar dan responsif Di fungsi motorik hampir pulih sepenuhnya. Ahli Kebugaran mengatakan tidak ada defisit neurologis permanen yang terdeteksi.
Peristiwa Pidana Hukum Stroke Ke Anak
Para Ahli Kebugaran mencatat Peristiwa Pidana Hukum stroke Ke anak-anak jarang terjadi dan kerap terlewatkan. Sebab, gejalanya bisa samar atau tidak khas dan pembuluh darah jauh lebih kecil daripada orang dewasa.
Tidak seperti stroke Ke orang dewasa yang umumnya disebabkan aterosklerosis, stroke Ke anak-anak biasanya Yang Berhubungan Di Di Kebugaran mendasar yang Merangsang pembentukan bekuan darah.
Ini termasuk aliran darah yang melambat, kecenderungan pembekuan yang abnormal, dan kerusakan Ke dinding pembuluh darah yang disebabkan Dari peradangan atau trauma. Di Peristiwa Pidana Hukum ini, Ahli Kebugaran mengatakan pemicu pasti Bagi bekuan darah tersebut masih belum jelas.
Para Ahli Kebugaran kini lebih memilih Penanganan intervensi endovaskular daripada Terapi pelarut bekuan darah sistemik, yang biasanya digunakan Ke orang dewasa. Tanpa Terapi tepat waktu, biasanya Di 4,5-6 jam pertama dan Di beberapa Peristiwa Pidana Hukum hingga 24 jam, anak-anak Berjuang Di risiko kematian atau komplikasi serius, seperti kelumpuhan, epilepsi, atau gangguan kognitif yang bisa mencapai 50 persen.
Risiko kekambuhan diperkirakan 15-20 persen, Agar pemantauan jangka panjang sangat penting.
Halaman 2 Di 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Peristiwa Pidana Hukum Tak Biasa, Bocah Umur 10 Tahun Kena Stroke padahal Terlihat Sehat











