Jakarta – Di proses Terapi, pasien sering kali berada Di posisi yang sulit. Di Di istilah medis yang rumit dan rekomendasi tindakan yang terdengar mendesak, banyak pasien merasa harus segera menyetujui keputusan tanpa benar-benar memahami apa yang Berencana dijalani.
Padahal, Di pelayanan Kesejajaran modern, pasien Memiliki hak Sebagai memahami Situasi kesehatannya secara menyeluruh dan terlibat aktif Di pengambilan keputusan medis. Salah satu cara Sebagai mewujudkan hal tersebut adalah Lewat second opinion.
Second opinion dapat membantu pasien memastikan diagnosis yang diterimanya, Supaya bisa lebih Self-Esteem Di Memutuskan keputusan medis dan memperoleh penanganan yang efektif. Sebuah studi yang dipublikasikan Di PubMed Central Menunjukkan tingkat ketidaktepatan diagnosis dapat turun Bersama 50,1% menjadi 25,8% Setelahnya pasien Merasakan second opinion.
Ruang Bertanya Bagi Pasien
Adanya second opinion Menyediakan kesempatan Bagi pasien Sebagai Merasakan penjelasan tambahan mengenai diagnosis dan Ide terapi yang disarankan. Proses ini memungkinkan pasien Sebagai mengajukan beragam pertanyaan Yang Berhubungan Bersama kondisinya, memahami tujuan Terapi, serta mengetahui manfaat dan risiko Bersama setiap pilihan yang tersedia.
Bagi pasien Bersama Situasi kompleks, serius atau langka, second opinion dapat membantu memperjelas langkah medis yang Berencana ditempuh, Supaya keputusan tidak diambil berdasarkan rasa takut atau kebingungan semata.
“Setiap pasien berhak tahu Sebagai memilih opsi-opsi Terapi yang terbaik Bagi pasien tersebut,” jelas Prof. Dr. dr. Julius July, Sp,BS, K, M.Kes, IFAANS, Praktisi Medis spesialis bedah saraf Siloam Hospitals Lippo Village, Karawaci.
Tips Menjalani Second Opinion Bersama Optimal
Agar proses second opinion Menyediakan manfaat maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Bersama pasien:
Pertama, siapkan ringkasan medis secara lengkap, termasuk hasil pemeriksaan, rekam medis, radiologi, dan laporan laboratorium. Informasi yang lengkap membantu Praktisi Medis Menyediakan penilaian yang lebih akurat.
Kedua, sampaikan tujuan second opinion secara terbuka. Pasien dapat menjelaskan apakah ingin mengonfirmasi diagnosis, Menimbang Ide terapi, atau mencari tahu opsi Terapi lain yang Mungkin Saja dilakukan.
Ketiga, ajukan pertanyaan yang jelas dan relevan, seperti pilihan terapi, risiko dan manfaat tindakan medis, serta dampaknya Di Standar hidup pasien.
Keempat, pastikan second opinion dilakukan Di waktu yang tepat, terutama Ke Situasi yang sensitif Di waktu. Second opinion seharusnya membantu, bukan menunda penanganan yang diperlukan.
Sebagai mendukung kebutuhan pasien Berencana kejelasan medis Di Indonesia, Siloam International Hospitals menyediakan layanan second opinion. Didukung Praktisi Medis spesialis dan subspesialis berpengalaman, Ilmu Pengetahuan terkini, serta pendekatan multidisiplin, pasien dapat memperoleh peninjauan medis yang menyeluruh dan mudah dipahami, Supaya keputusan Perawatan Medis dapat diambil Bersama lebih Damai dan terarah.
Agar proses second opinion berjalan lebih nyaman, pasien dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge yang Menyediakan pendampingan personal, mulai Bersama penyediaan informasi hingga penjadwalan konsultasi Di Praktisi Medis spesialis.
Layanan second opinion Di Siloam International Hospitals,dapat diakses Lewat www.secondopinion.id atau Bersama menghubungi WhatsApp Siloam Medical Concierge Di 08131100200.
(adv/adv)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pasien Berhak Bertanya dan Memahami Pilihan Pengobatannya











