Jakarta –
Pembantu Pemimpin Negara Keadaan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah pasien cuci darah atau hemodialisis terus Meresahkan tiap tahunnya. Setiap tahunnya, ada Disekitar 60 ribu pasien cuci darah Mutakhir.
“Jumlah pasien cuci darah Ke Indonesia, totalnya ada 200.000-an gitu ya, setiap tahunnya bertambah 60.000 yang Mutakhir, Lalu yang Di tahun Sebelumnya Itu ini ada Disekitar 120.000-an ya,” kata Menkes Di Pertemuan bersama Pimpinan Wakil Rakyat, Ke Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Cuci darah bukan terapi ringan. Biasanya, pasien Berencana menjalani prosedur ini dua sampai tiga kali sepekan dan tentu mengganggu Standar hidup mereka. Lalu, Pada ini faktor-faktor apa saja yang Mendorong fungsi ginjal seseorang menurun hingga rusak?
Menurut Guru Besar Bidang Urologi dan spesialis urologi konsultan, Prod Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) Di Siloam Hospitals Asri Pada ini penyebab gagal ginjal paling banyak dialami Didalam orang Indonesia Lantaran diabetes.
“Orang gagal ginjal Ke Indonesia 29 persen diabetes, 20 persen Infeksi, 19 persen Lantaran hipertensi,” kata Prof Nur Pada ditemui detikcom, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Prof Nur, masalah-masalah Keadaan ini sebenarnya bisa dicegah, Sebelumnya menjadi parah Malahan sampai merusak fungsi ginjal.
“Biar nggak diabetes ya Kebugaran Yangbaik. Jangan gendur, jangan seneng manis, jangan makan karbohidrat berlebihan. Biar nggak hipertensi, jangan banyak makan garam, minum yang cukup. Biar nggak gendut ya Aktivitasfisik teratur,” katanya.
“Kalau Infeksi, begitu ada keluhan demam segala macam, datanglah Ke Ahli Kepuasan supaya diobatin Didalam betul,” tutupnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menkes Sebut Ada 60 Ribu Pasien Cuci Darah Mutakhir Tiap Tahun, Inikah Pemicunya?











