Delhi –
Banyak video serangan hewan liar beredar Hingga sosial media India. Parahnya, serangan-serangan hewan ini ternyata hasil AI.
Dilansir Bersama Strait Times, Senin (19/1/2025) Di bulan November 2025, viral video rekaman CCTV yang Menunjukkan seekor harimau menggeram muncul Bersama balik pagar dan menerkam seorang pria Hingga berada rumahnya, mencengkeram lehernya dan menariknya Hingga hutan. Video ini ini disebutkan direkam Hingga area hutan Hingga Chandrapur Hingga Negeri Dibagian Maharashtra, India barat dan viral.
Tetapi kenyataannya, serangan tersebut tidak pernah terjadi dan video itu buatan AI. Pihak berwenang membantah Permasalahan ini dan mengklaim bahwa video tersebut upaya memecah belah Hingga Di resahnya konflik manusia-harimau Hingga India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video ini salah satu Bersama sekian banyak video satwa liar yang dihasilkan AI Di skala besar yang belum pernah terjadi Hingga India. Ada juga video seekor macan tutul menyerang kereta yang Lagi bergerak dan Menarik Perhatian seorang penumpang yang berdiri Hingga Samping pintu gerbong.
Di video lain, seekor harimau mengejar wisatawan yang Lagi safari Hingga taman nasional. Dan video ketiga Menunjukkan seekor macan tutul berlarian Hingga sebuah mal Hingga Mumbai, memicu kepanikan Hingga Di para pengunjung.
Video-video yang dihasilkan AI tersebut menyebabkan kerugian dan kepanikan Hingga dunia nyata. Tidak hanya menyesatkan dan menyebarkan ketakutan, tetapi para ahli memperingatkan bahwa video-video tersebut juga mendistorsi pemahaman publik tentang perilaku hewan yang sebenarnya dan memperburuk ancaman konflik manusia-hewan Hingga India.
Di September 2025, seorang mahasiswa jurnalistik berusia 22 tahun Hingga Ruchi Khand, Lucknow, menggunakan AI Bagi menambahkan seekor macan tutul Hingga Di foto selfie dirinya Hingga balkon, dan menyebarkan foto tersebut Hingga WhatsApp, Bersama menyiratkan bahwa hewan tersebut Lagi berkeliaran Hingga lingkungannya. Prank tersebut menjadi viral dan menimbulkan kekacauan.
Departemen kehutanan sampai mengerahkan sembilan Regu Bagi melacak macan tutul tersebut, tetapi tidak menemukan jejak hewan itu Kendati telah melakukan patroli berjam-jam dan menelusuri rekaman CCTV Di berjam-jam. Setelahnya diketahui itu hasil AI, mahasiswa tersebut sempat ditahan dan akhirnya dibebaskan Bersama peringatan.
Cagar alam setempat pun juga Karena Itu korban video AI ini. Di bulan Oktober 2025, viral video seorang pria mabuk Hingga Didekat Cagar Alam Harimau Pench Hingga Madhya Pradesh mengelus harimau dan menawarkan miras kepada kucing besar itu. Cagar alam harimau lainnya geram Bersama video seperti ini yang bisa merusak citra satwa liar dan upaya melindungi mereka.
India tidak Memperoleh undang-undang khusus tentang video AI palsu, Bersama Keahlian yang berkembang pesat dan tanggung jawab platform yang terbatas Lebihterus mempersulit upaya tersebut. Di Oktober 2025, pemerintah India mengusulkan amandemen Di Peraturan Keahlian Informasi, yang mewajibkan pelabelan wajib konten yang dihasilkan AI Bersama platform media sosial Bagi mengatasi kekhawatiran yang Menimbulkan Kekhawatiran tentang deepfake dan misinformasi.
Tetapi, peraturan ini belum secara resmi diumumkan sebagai undang-undang. Banyak yang khawatir bahwa ketidakmampuan Bagi membedakan Di ancaman nyata dan narasi fiktif Mengurangi urgensi Bagi menangani tantangan konservasi.
Para ahli Mengantisipasi satu-satunya cara efektif Bagi mengatasi tantangan ini adalah Bersama Menyediakan literasi media yang lebih besar kepada Kelompok. Hingga memungkinkan orang Bagi mengenali video palsu, terutama Hingga dunia yang Lebihterus digital Hingga mana penegak hukum kesulitan Bagi menangani ancaman semacam itu.
(sym/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: India yang Dibuat Pusing Bersama Video AI Serangan Hewan











