Memulai sahur Di Minuman Kafein Untuk sebagian orang terasa seperti “penyelamat”. Mata yang masih berat Di Sebab Itu lebih segar, kepala terasa ringan, dan semangat menjalani puasa pun Meresahkan. Tak sedikit yang merasa, tanpa Minuman Kafein, hari terasa kurang bertenaga.
Tetapi Di sisi lain, pertanyaan ini kerap muncul setiap Ramadan: benarkah Minuman Kafein Pada sahur bisa memicu rasa haus lebih cepat? Apakah kafein membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan Pada berpuasa, atau masih tetap aman dikonsumsi Di takaran tertentu?
Di Ditengah kebiasaan minum Minuman Kafein yang sudah menjadi Pada Di Cara Hidup, memahami bagaimana kafein bekerja Di tubuh menjadi Kunci Untuk menjawabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Minuman Kafein Mempengaruhi Energi dan Fokus Pada Puasa?
Minuman Kafein kerap disebut sebagai “booster energi”, tetapi secara ilmiah, kafein sebenarnya tidak menambah energi Di arti kalori. Kafein bekerja Di memblokir reseptor adenosin Di otak. Adenosin adalah zat kimia yang menumpuk sepanjang hari dan menimbulkan rasa kantuk. Ketika reseptornya diblokir, rasa lelah tertunda, Supaya seseorang merasa lebih segar, fokus, dan waspada.
Di Itu, kafein juga dapat Memperbaiki pelepasan neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin, yang berperan Di kewaspadaan, suasana hati, dan konsentrasi. Berbagai Eksperimen Menunjukkan bahwa konsumsi kafein Di dosis rendah hingga Lagi dapat Memperbaiki Penampilan kognitif jangka pendek, termasuk waktu reaksi, perhatian, dan kemampuan mempertahankan fokus terutama Di individu yang kurang tidur.
Setelahnya dikonsumsi Pada sahur, kadar kafein Di darah biasanya mencapai puncak Di 30-60 menit, dan efek stimulannya dapat bertahan Di 3-7 jam, tergantung metabolisme masing-masing individu. Artinya, satu cangkir Minuman Kafein Pada sahur Berpeluang membantu menjaga kewaspadaan Di pagi hingga menjelang siang hari.
Tetapi, efek ini bukan tanpa batas. Jika seseorang kurang tidur dan hanya “mengandalkan” Minuman Kafein Untuk tetap terjaga, kafein hanya menunda rasa lelah, bukan menggantikannya. Setelahnya efeknya menurun, sebagian orang dapat merasakan apa yang dikenal sebagai “energy crash“, yaitu rasa lelah yang muncul lebih nyata ketika stimulasi kafein berkurang. Di konteks puasa, Kemakmuran ini bisa membuat tubuh terasa lebih lesu Di siang atau sore hari, terutama jika Mutu tidur Sebelumnya sahur kurang optimal.
Sebab itu, Minuman Kafein memang bisa membantu Memperbaiki kewaspadaan Pada puasa, tetapi fungsinya lebih sebagai penunda rasa lelah, bukan sumber energi Terbaru. Kombinasi tidur yang cukup, asupan karbohidrat kompleks Pada sahur, serta hidrasi yang memadai tetap menjadi fondasi utama Untuk menjaga stamina sepanjang hari.
Jika Di sisi kewaspadaan Minuman Kafein terlihat menguntungkan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dampaknya Pada Kesejajaran cairan tubuh Pada puasa?
Benarkah Minuman Kafein Membuat Lebih Cepat Haus Pada Puasa?
Anggapan bahwa Minuman Kafein membuat tubuh lebih cepat haus Pada puasa umumnya dikaitkan Di sifat diuretik kafein. Secara fisiologis, kafein memang dapat Memperbaiki produksi urine Di memengaruhi filtrasi ginjal dan reabsorpsi natrium. Di dosis tinggi, efek ini terukur Di beberapa jam pertama Setelahnya konsumsi.
Tetapi, berbagai Eksperimen Menunjukkan bahwa Di konsumsi moderat Di 3-4 mg kafein per kilogram berat badan, yang kira-kira setara Di satu hingga dua cangkir Minuman Kafein seduh standar Di kebanyakan orang, efek diuretik tersebut relatif ringan, terutama Di individu yang sudah terbiasa mengonsumsi kafein.
Sebuah studi crossover yang dipublikasikan Di PLOS ONE (Killer et al., 2014) menemukan bahwa konsumsi Minuman Kafein Di jumlah moderat Di pria dewasa yang rutin minum Minuman Kafein tidak menyebabkan perbedaan signifikan Di indikator hidrasi, seperti total cairan tubuh dan konsentrasi urin, dibandingkan Di konsumsi air Di jumlah yang sama.
Tinjauan ilmiah lain Di Journal of Human Nutrition and Dietetics (Maughan & Griffin, 2003) juga menyimpulkan bahwa konsumsi kafein moderat tidak menyebabkan dehidrasi yang bermakna Di orang sehat.
Lalu mengapa banyak orang merasa lebih cepat haus Setelahnya minum Minuman Kafein Pada sahur? Sensasi tersebut tidak selalu identik Di dehidrasi klinis. Kafein dapat Memperbaiki Karya sistem saraf dan sedikit Memperbaiki denyut jantung, yang Di sebagian orang menimbulkan sensasi mulut kering atau rasa “haus” subjektif. Di Itu, Pada puasa tubuh tidak Merasakan asupan cairan tambahan Untuk menggantikan kehilangan cairan alami Lewat urine, keringat, dan pernapasan.
Jika Minuman Kafein diminum Di jumlah besar tanpa diimbangi kecukupan cairan Pada sahur, cadangan cairan tubuh memang bisa lebih cepat berkurang.
Artinya, Minuman Kafein bukan secara otomatis menjadi “biang rasa haus”. Faktor penentunya bukan hanya kopinya, melainkan dosis yang dikonsumsi, tingkat toleransi tubuh Pada kafein, Keadaan Lingkungan, serta Karya Pada puasa. Di batas moderat dan Di asupan cairan yang cukup Pada sahur, bukti ilmiah Menunjukkan Minuman Kafein tidak serta-merta menyebabkan dehidrasi signifikan Di orang sehat.
Aman Minum Minuman Kafein Pada Sahur? Ini Batasan dan Tipsnya
Di Umumnya, konsumsi kafein yang Dikatakan aman Untuk orang dewasa sehat adalah hingga Di 400 mg per hari, menurut berbagai tinjauan ilmiah dan konsensus lembaga Keadaan internasional. Jumlah ini setara kurang lebih Di 3-4 cangkir Minuman Kafein seduh, tergantung jenis dan kekuatan seduhannya. Tetapi Di konteks sahur dan puasa, tentu bukan hanya soal batas aman harian, tetapi juga bagaimana tubuh mempertahankan Kesejajaran cairan tanpa asupan tambahan sepanjang hari.
Eksperimen Menunjukkan bahwa efek diuretik kafein cenderung lebih nyata Di dosis tinggi (Di ≥6 mg/kg berat badan) dan Di individu yang jarang mengonsumsi Minuman Kafein. Di konsumsi moderat (Di 1-2 cangkir atau ±3 mg/kg berat badan), efek Pada status hidrasi relatif ringan, terutama Di konsumen rutin. Sebab itu, Untuk yang sudah terbiasa minum Minuman Kafein, satu cangkir Pada sahur umumnya masih Di batas wajar, Pada kebutuhan cairan tetap tercukupi.
Agar lebih nyaman Pada puasa, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, pastikan kebutuhan cairan dipenuhi terlebih dahulu Pada sahur Sebelumnya minum Minuman Kafein, bukan Sebagai Gantinya. Kedua, hindari konsumsi Minuman Kafein Di jumlah besar sekaligus, terutama jika tidak terbiasa. Ketiga, perhatikan jenis Minuman Kafein-Minuman Kafein hitam tanpa tambahan gula berlebihan atau krimer tinggi lemak cenderung lebih ringan Untuk pencernaan dibanding minuman Minuman Kafein manis dan creamy yang justru bisa memicu rasa tidak nyaman Di lambung.
Untuk individu Di Kemakmuran tertentu seperti gangguan lambung, refluks asam, gangguan tidur, hipertensi yang tidak terkontrol, atau ibu hamil (yang batas amannya lebih rendah, Di ≤200 mg kafein per hari), konsumsi Minuman Kafein Pada sahur sebaiknya lebih dibatasi atau dikonsultasikan Di tenaga Keadaan.
Di akhirnya, Minuman Kafein Pada sahur bukanlah hal yang mutlak dilarang. Yang lebih penting adalah mengatur jumlahnya, memastikan asupan cairan tetap cukup, serta memahami respons tubuh masing-masing Pada kafein.
Di konsumsi yang bijak dan pola sahur yang seimbang, Minuman Kafein tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu kenyamanan berpuasa. Sebab respons tubuh Pada kafein bersifat individual, mendengarkan sinyal tubuh sendiri sering kali menjadi panduan terbaik.
Halaman 2 Di 3
Simak Video “ Mitos atau Fakta: Kalsium Susu Tak Maksimal Sebab Minuman Kafein“
(fti/up)
Puasa Tetap Ngopi
5 Konten
Kebiasaan minum Minuman Kafein sulit ditinggalkan begitu saja, termasuk Pada puasa Ramadan. Dilematis, Sebab Di satu sisi bisa menjadi booster energi, tapi Di sisi lain bikin beser dan cepat haus. Bagaimana cara aman biar tetap bisa ngopi?
Konten Berikutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Dilema Minum Minuman Kafein Pada Puasa, ‘Booster’ Energi yang Kadang Bikin Beser











